Penguasa Nguyễn (bahasa Vietnam: Chúa Nguyễn, Chữ Hán:主阮; 1558–1777,1780–1802),juga dikenal sebagai klan Nguyen (bahasa Vietnam:Nguyễn thị; , Chữ Hán: 阮氏) adalah serangkaian penguasan Selatan Vietnam (sekarang Selatan dan Tengah Vietnam) (kemudian disebut Đàng Trong).[1] Mereka dikenal sebagai cikal-bakal Dinasti Nguyen dan klan bangsawan yang memerintah wilayah selatan Dai Viet selama periode Restorasi Dinasti Lê.
Meskipun mereka mengklaim menjadi pengikut loyal Dinasti Lê, pada kenyataannya mereka merupakan penguasa de facto di selatan negara tersebut, sementara penguasa Trịnh memerintah bagian utaranya.[2][3] Keturunan mereka kemudian memerintah seluruh Vietnam sebagai dinasti Nguyễn dan secara anumerta menaikkan gelar mereka menjadi kaisar.
Pemimpin Nguyen merupakan anggota dari Wangsa Nguyễn Phúc. Wilayah yang mereka perintah kemudian dikenal dengan Đàng Trong (Kerajaan Dalam), dan dengan nama eksonim Kerajaan Cochinchina dan Kerajaan Quảng Nam (bahasa Vietnam: Quảng Nam Quốc;Chữ Hán: 廣南國), untuk melawan Penguasa Trịnh, yang memerintah wilayah utara Dai Viet sebagai Đàng Ngoài (Kerajaan Luar), terkenal dengan sebutan "Kerajaan Tonkin" oleh orang Eropa dan "Kerajaan Annam" (bahasa Vietnam: An Nam Quốc; Chữ Hán: 阮王) dalam diplomasi bilateral dengan Kekaisaran China.
Gelar resmi mereka, dalam China–Vietnam, adalah Nguyễn Vương (chữ Hán: 阮王) pada tahun 1744 saat pemimpin Nguyễn Phúc Khoát mengangkat serta meningkatkan status dirinya agar sejajar dengan gelar para penguasa Trịnh yaitu Trịnh Vương (bahasa Vietnam: Trịnh Vương; chữ Hán: 鄭王). Baik klan Nguyễn maupun Trịnh sama-sama menjadi bawahan dan fiefDinasti Lê secara de jure. Namun demikian, penyerahan de jure kepada penguasa Nguyễn dan Trịnh berakhir pada tahun 1627 saat pecah perang di antara mereka.
Meskipun mereka mengakui kekuasaan dan mengklaim sebagai pendukung setia restorasi Dinasti Lê, mereka merupakan pemimpin de facto Dai Viet selatan. Namun demikian, pemimpin Trịnh yang menguasai Dai Viet utara atas nama kaisar Lê, yang sesungguhnya telah menjadi kaisar boneka. Nguyen dan Trịnh bersaing dalam serangkaian peperangan yang panjang dan sengit yang mengadu domba kedua wilayah Vietnam. Pemimpin Nguyen akhirnya berhasil digulingkan selama Peperangan Tây Sơn, tetapi salah satu keturunan mereka mampu menyatukan seluruh Vietnam secara bertahap. Penguatan pemerintahan ini menjadi awal dari perluasan wilayah ke arah selatan menuju Champa lanjut ke barat daya menuju Kamboja.
Referensi
↑Keith Weller Taylor, John K. Whitmore Essays Into Vietnamese Pasts 1995 Page 170 "The "kingdom of Cochinchina" was the polity of the Nguyễn lords (chúa), who had become the more and more independent rivals of the Trịnh lords of the north — if not of the Lê emperors whose affairs the Trịnh lords managed.."
↑Patricia M. Pelley Postcolonial Vietnam: New Histories of the National Past 2002 - Page 216 "This fragmentation became more pronounced in the mid-sixteenth century when a distinctly bifurcated pattern of politics arose, with the Trịnh lords in the North and the Nguyễn lords in the South."