Tujuan Bergabung
- Untuk memberi pengertian yang lebih manusiawi terhadap kata2 asing dalam Ilmu Alam/Sains, Kedokteran, Teknologi, dll. dalam rangka menunjang SDM bangsa yang unggul
- Bahasa asinglah yang sebenarnya yang menghambat pemahaman kita dalam berbagai bidang ilmu (itu aneh tapi begitulah kenyataannya) 🧐
Sebab kita dari bangku SD hingga perkuliahan hanya diberikan kata2 asing tanpa menjelaskan apa makna sebenarnya, apa asal katanya, kita jadinya hanya menebak-nebak apa artinya yang berakibat pada kurangnya pemahaman dalam setiap bidang yang dipelajari.
Contohnya : Fotosintesis adalah suatu proses biokimia pembentukan karbohidrat dari bahan anorganik yang dilakukan oleh tumbuhan, terutama tumbuhan yang mengandung zat hijau daun, yaitu klorofil.
Bandingkan dengan : fotosintesis berasal dari kata phos ”sinar” dan suntesis "menyatukan" sehingga artinya "menyatukan dengan sinar". Apa yang disatukan? Air, karbondioksida, dan mineral disatukan bersama2 dengan sinar matahari untuk menghasilkan gula, bahan yang dibutuhkan tumbuhan untuk tetap hidup".
Mana penjelasan fotosintesis di atas yang lebih mungkin dapat dipahami? Penjelasan yang kedua bukankah jauh lebih baik.
Dalam penjelasan pertama, ada kata biokimia, karbohidrat, anorganik, klorofil. Kita lebih dulu harus belajar arti empat kata itu hanya untuk memahami apa itu fotosintesis. Dan tebak yang terjadi ketika contohnya ingin memahami apa itu biokimia, yap, kita akan dihadapkan pada kata asing lainnya.
Ini arti biokimia dikutip dari Wikipedia:
Biokimia atau kimia hayati, adalah ilmu yang mempelajari proses-proses kimia yang ada di dalam tubuh dan yang berhubungan dengan organisme hidup. Sebagai subdisiplin dari biologi dan kimia, biokimia dapat dibagi menjadi tiga bidang: biologi struktural, enzim, dan metabolisme.
Buka halaman biokimia di wikipedia, percayalah semakin dibaca semakin hilang minat kita untuk mencoba memahaminya, kata2 asing muncul satu per satu tanpa henti, sementara kita tidak memahami apapun arti dari biokimia. Ini saudara2, hal yang sama persis terjadi di buku2 sekolah kita. Rasa penasaran kita untuk memahami dunia dan alam semesta dibunuh dengan begitu kejamnya. Meninggalkan bekas luka dalam pikiran kita, kita tidak lagi atau bahkan tidak pernah sama sekali dalam hidup kita memandang kimia, fisika, matematika, biologi, dan semuanya itu sebagai hal yang menarik, padahal pengetahuan inilah kunci dari majunya peradaban manusia, kunci dari mampu dibuatnya ponsel, komputer, internet, bahkan sampai obat sakit maag kita.
Apakah kita tidak marah dengan semua ini? Rasa penasaran yang telah dirampas dari kita, peradaban maju bangsa kita yang harusnya telah kita gapai, kemiskinan dan semua masalah negara yang kita hadapi selama ini, semua ini sebab akibat DIBUNUHNYA rasa penasaran kita untuk belajar, untuk memahami sesuatu, dengan dihujaninya kita dengan semua kata2 asing mentahan yang tidak kita pahami ini.
Lalu siapa yang harus kita salahkan? Siapakah yang bertanggung jawab atas semua kerugian besar ini? Arahkanlah mata kita pada para sarjana2 penyusun buku2 sekolah itu, yang dengan mudahnya tanpa usaha sungguh2 menyalin mentah2 buku2 pengetahuan bahasa inggris ke dalam buku2 pelajaran kita, yang tanpa terjemahan, tanpa penjelasan, tanpa tujuan, tanpa penulisan yang menarik, tanpa arah yang jelas kenapa harus dipelajari. Merekalah, saudara2 yang pantas untuk kita salahkan. Jika kita mencoba melihat masalah bangsa kita sedalam-dalamnya dan serinci-rincinya maka kita akan sadar dan terkejut bahwa merekalah akar dari semua masalah bangsa kita, merekalah penyumbang terbesarnya. Jika mereka terus dibiarkan seperti ini, percayalah bahwa bangsa kita takkan pernah maju selangkahpun. Sebab inilah mereka harus berubah, dengan sungguh-sungguh mengubah pola pikir dan cara menulis mereka. Apapun yang mereka tulis harus mampu dibayangkan sejelas-jelasnya oleh pelajar2 kita. Sebab sejatinya, inti dari belajar adalah memahami sesuatu, bukan untuk belajar bahasa asing.