Riza Damanik atau biasa dipanggil Riza (lahir 17 Oktober 1980) saat ini menjabat sebagai Staf Ahli Menteri Bidang Hubungan antar Lembaga pada Kementerian Koperasi dan UKM.[1]
Riwayat Hidup
Riza dilahirkan di Kota Tanjung Balai, Provinsi Sumatera Utara, pada 17 Oktober 1980, kemudian menyelesaikan pendidikan dasar hingga sekolah menengah atas di Kota Medan, Sumatera Utara. Meraih gelar Sarjana Teknik dari Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro dan Magister Sains Ilmu Lingkungan Universitas Gadjah Mada, serta meraih gelar PhD bidang resource management dari Universiti Sains Malaysia.
Pada periode 2004 hingga 2013, Riza terlibat dan memimpin sejumlah organisasi kemasyaratan, mulai dari WALHI, KIARA, Indonesia for Global Justice, hingga mendirikan Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia.[2]
Riza pertama kali masuk ke dalam dunia pemerintahan pada tahun 2014 di periode pertama Pemerintahan Jokowi, sebagai Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden untuk urusan kemaritiman dan Asisten Koordinator Staf Khusus Presiden. Lalu pada periode ke-2 Presiden Jokowi, diangkat sebagai Staf Khusus Menteri Bidang Ekonomi Kerakyatan Kementerian Koperasi dan UKM. Pada tahun 2023, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki melantik sebagai Staf Ahli Menteri bidang Hubungan Antar Lembaga.[1]
Pada tahun 2024 selain menjadi Komisaris BUMN Holding Pangan RNI/IDfood[3], Riza juga menjadi Ketua Umum Ikatan Sarjana Kelautan Indonesia (ISKINDO)[4] dan Ketua Ikatan Alumni Universitas Diponegoro.[5]
Kiprah
Pada tahun 2010, Riza terlibat bersama-sama Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia dalam advokasi pembebasan lima nelayan tradisional Indonesia yang ditahan di penjara Malaysia atas dugaan memasuki perairan Malaysia.[6]
Pada periode 2013 hingga 2014, Riza terlibat sebagai anggota Delegasi Indonesia (DELRI) dalam perundingan antar-bangsa dalam penyusunan Instrumen Perlindungan Nelayan Skala Kecil di Kantor Pusat FAO, Roma, Italia. Instrumen ini untuk pertama kali diadopsi oleh FAO pada tahun 2014[7] [8]]dalam Sidang Komite Perikanan (COFI) ke-31.
Pada pertemuan Tingkat Menteri APEC tahun 2024 ke-30 di Pucallpa, Peru, Riza menjadi pembicara untuk mempromosikan inovasi dan teknologi Rumah Produksi Bersama (RPB) Indonesia. Menteri Luar Negeri Peru Renato Reyes Tagle, memberikan apresiasi terhadap inisiatif RPB Indonesia dan berencana untuk menjadikannya salah satu rujukan pengembangan UMKM di Peru.[9]