Ratusan biksu juga berkumpul mengikuti prosesi di Borobudur.[4] Para biksu tidak hanya dari Indonesia.[4] Sebanyak 200 biksu merupakan perwakilan dari luar negeri.[4]
Warga Umat Buddha dari berbagai daerah telah memadati halaman candi sejak sejak pukul 04.00 WIB.[3] Puja bakti dilakukan mulai pukul 05.00, dilanjutkan dengan semedi dan pemberkatan dengan air suci.[5]
Tabuhan alat musik kesenian tradisional, tambur, dan alat musik mirip terompet mengiringi prosesi.[2]
Penyalaan lilin jelang pelaksanaan pradaksina sekitar pukul 18.20 telah dilakukan.[6] Usai penyalaan lilin dilanjutkan dengan pembacaan doa. [6]
Dengan lilin yang telah dinyalakan sebelumnya, para biksu yang diikuti umat Buddha dalam dua barisan mengitari Candi Borobudur selama tiga kali.[7] Selama mengitari candi, mereka menghayati ajaran-ajaran sang Buddha seperti tidak boleh berbuat kejahatan, perbanyak berbuat kebajikan dan kebaikan serta cinta kasih.[7]
Sebanyak 800 lampion dilepaskan ke udara di empat sudut Candi Borobudur.[8]
Lainnya
Jakarta
Seribuan umat Buddha Jakarta merayakan puncak Waisak di Vihara Dharma Bakti, Jakarta Barat.[9] Situasi ini dimanfaatkan ratusan pengemis untuk mendapatkan sedekah.[9] Di dalam Vihara terlihat sekitar seribuan jamaat masih melakukan sembahyang menggunakan dupa. Asap dupa tampak memenuhi ruangan.[9] Petugas Vihara juga sibuk melayani jemaat yang ingin membeli dupa.[9]
Sumatera Utara
Sebanyak 130 narapidana di Sumatera Utara yang beragama Buddha mendapatkan remisi khusus atau pengurangan masa hukuman dalam rangka Hari Raya Waisak 2010.[10]