Fuga Narasi adalah teknik penceritaan di mana dua atau lebih alur cerita (suara) berjalan secara simultan, saling jalin-menjalin, dan berbagi tema sentral yang sama. Alih-alih bergerak secara linear (A ke B), cerita ini bergerak secara polifonik—beberapa perspektif atau lini masa muncul bergantian, seringkali saling tumpang tindih, untuk membangun satu kesatuan makna yang utuh.
Karakteristik Utama
• Tema Eksposisi: Cerita dimulai dengan memperkenalkan satu motif atau kejadian utama (subjek), yang kemudian diikuti oleh "suara" atau perspektif karakter lain yang merespons kejadian tersebut.
• Intertekstualitas Internal: Kata-kata, simbol, atau kejadian dalam satu alur sering kali muncul kembali di alur lainnya dengan konteks yang sedikit berbeda (seperti variasi melodi).
• Kontrapuntal: Adanya pertentangan atau dialog antar alur. Saat satu alur sedang mencapai tensi tinggi, alur lainnya mungkin memberikan jeda atau refleksi filosofis.
• Struktur Non-Linear: Sering kali mengaburkan batas waktu (masa lalu, sekarang, dan masa depan) demi mencapai kedalaman emosional atau intelektual.