Dr. Ary Zulfikar, S.H., M.H. (lahir 16 Februari 1971) atau biasa dikenal Azoo adalah pengacara berkebangsaan Indonesia. Azoo mendirikan kantor konsultan hukum bernama AZP Legal Consultants pada 2004. Sebagai pengacara Azoo telah masuk daftar "The A List - 100 Pengacara Terbaik" versi Asia Business Law dari tahun 2018 hingga 2023. Sejak tahun 2020, Azoo menjabat sebagai Direktur Eksekutif Hukum di Lembaga Penjaminan Simpanan.
Setelah menyelesaikan pendidikan hukum dari Universitas Padjadjaran pada 1994, Azoo bekerja di Kantor Hukum Kartini Muljadi & Rekan (KMR) yang oleh dipimpin mantan hakim Kartini Muljadi. Setelah tiga tahun bekerja di kantor KMR, Azoo kemudian memperdalam ilmu pasar modal dengan berkarier di organisasi regulator mandiri yaitu PT Kliring Deposit Efek Indonesia (KDEI). Pada saat krisis ekonomi keuangan 1997-1998, ia dilibatkan dalam Penanganan Resolusi Bank di Badan Penyehatan Perbankan Nasional. Selanjutnya pada tahun 2000, ia ditunjuk sebagai salah satu di antara anggota tim hukum dalam persiapan pembentukan Lembaga Penjamin Simpanan. Dari tahun 2002 hingga Maret 2004, Azoo menempati posisi sebagai kepala divisi yang menangani aset manajemen investasi di BPPN. Pada 1 Mei 2004, Azoo mendirikan kantor konsultan hukum bernama AZP Legal Consultants. Kantor yang didirikannya bergerak di bidang korporasi dan pasar modal serta terdiri dari lima partner, yaitu tiga korporasi dan komersial, dan dua litigasi. Selama 15 tahun menggeluiti dunia hukum, Azoo kemudian diminta kembali untuk membantu LPS pada tahun 2020 dengan menjadi Direktur Eksekutif Hukum.[2]
Sebagai lulusan Universitas Padjajaran, Azoo aktif berkegiatan di Ikatan Alumni Unpad. Pada 26 September 2020, ia dan istrinya Dewi Tenty Septi Artiany serta rekan-rekan sesama alumni UNPAD mendirikan Perkumpulan Bumi Alumni (PBA), sebuah organisasi penggerak Koperasi, Usaha Mikro, Kecil & Menengah dengan Bambang Soesatyo sebagai Ketua Dewan Pembina.[3][4] Dalam kegiatannya PBA mendirikan koperasi UMKM alumni Indonesia (KUALI)[5], mendirkan Cafe Lupba Kadin bersama Iwa Gartiwa selaku Ketua Kamar Dagang dan Industri Kota Bandung[6][7], mendirikan Cafe Lupba Cubpa Coffe [8], mendirikan Lembaga Bantuan Hukum Pengkajian dan Studi Bumi Alumni (LBH-PSBA).[9]
"Foreign Direct Investment Restriction Policy as an Effort to Empower Micro, Small and Medium Enterprises" (Indonesian Journal of International Law, 2019, Vol. 16 No. 4, 505–530)[10][11]
"Impact Of Foreign Direct Investment On The Effectiveness Of Economic Development" (IJSTR Volume 8 - Issue 9, September 2019)[12][13]
Apresiasi dan penghargaan
Sebagai pengacara, Azoo telah masuk daftar "The A List - 100 Pengacara Terbaik" versi Asia Business Law selama 6 tahun berturut-turut yakni pada tahun 2018, 2019, 2020,[14] 2021,[15] 2022, dan 2023.
Dalam ajang penghargaan Obsession Awards 2021 yang digelar pada 17 Desember 2021, Azoo meraih penghargaan sebagai Best Professionals.[16]