Pengepungan Kartago merupakan aksi militer utama dalam Perang Punik III yang berlangsung antara Kartago melawan Republik Romawi. Selama peristiwa ini, prajurit Romawi mengepung kota Kartago selama hampir tiga tahun.
Pada tahun 149 SM, prajurit Romawi yang berjumlah besar mendarat di Utica di Afrika Utara. Kartago mencoba menyenangkan Romawi, tetapi meskipun Kartago telah menyerahkan seluruh senjatanya, prajurit Romawi malah mengepung kota Kartago. Romawi sempat mengalami kegagalan pada tahun 149 SM, tetapi kemudian diselamatkan oleh kepemimpinan Scipio Aemilianus yang sebenarnya hanyalah seorang perwira berpangkat menengah. Prajurit Romawi kemudian dipimpin oleh panglima yang baru pada tahun 148 SM, tetapi performa Romawi juga masih buruk. Saat pemilihan konsul tahunan pada awal tahun 147 SM, rakyat sangat mendukung Scipio sehingga batas usia minimal dicabut agar ia dapat menjadi konsul sekaligus panglima pasukan di Afrika.
Pada mulanya Kartago berhasil memperoleh dua kemenangan, tetapi Scipio kemudian memperketat pengepungan dan memulai pembangunan penghalang yang besar di kawasan pelabuhan Kartago agar persediaan tidak bisa masuk lewat laut. Kartago telah membangun kembali sebagian dari armadanya dan kemudian mengerahkannya. Hal ini mengejutkan Romawi; setelah berlangsungnya pertempuran kecil, Kartago melakukan kesalahan saat menarik kembali armadanya, sehingga banyak kapalnya yang dihancurkan oleh Romawi. Romawi lalu membangun struktur bata yang besar di kawasan pelabuhan. Pada musim semi tahun 146 SM, Romawi melancarkan serangan terakhirnya, dan dalam kurun waktu tujuh hari berhasil menghancurkan kota Kartago dan membunuh penduduknya; pada hari terakhir, Romawi baru mulai mengambil tawanan sebanyak 50.000 orang yang kemudian diperbudak. Wilayah Kartago lalu secara resmi menjadi provinsi Romawi yang disebut "Afrika" dengan Utica sebagai ibu kotanya. Satu abad sesudahnya, kota Kartago dibangun kembali sebagai sebuah kota Romawi.
Le Bohec, Yann (2015) [2011]. "The "Third Punic War": The Siege of Carthage (148–146 BC)". Dalam Hoyos, Dexter (ed.). A Companion to the Punic Wars. Chichester, West Sussex: John Wiley. hlm.430–446. ISBN978-1-1190-2550-4.
Champion, Craige B. (2015) [2011]. "Polybius and the Punic Wars". Dalam Hoyos, Dexter (ed.). A Companion to the Punic Wars. Chichester, West Sussex: John Wiley. hlm.95–110. ISBN978-1-1190-2550-4.
Curry, Andrew (2012). "The Weapon That Changed History". Archaeology. 65 (1): 32–37. JSTOR41780760.
Fantar, M’hamed-Hassine (2015) [2011]. "Death and Transfiguration: Punic Culture after 146". Dalam Hoyos, Dexter (ed.). A Companion to the Punic Wars. Chichester, West Sussex: John Wiley. hlm.449–466. ISBN978-1-1190-2550-4.
Kunze, Claudia (2015) [2011]. "Carthage and Numidia, 201–149". Dalam Hoyos, Dexter (ed.). A Companion to the Punic Wars. Chichester, West Sussex: John Wiley. hlm.395–411. ISBN978-1-1190-2550-4.
Mineo, Bernard (2015) [2011]. "Principal Literary Sources for the Punic Wars (apart from Polybius)". Dalam Hoyos, Dexter (ed.). A Companion to the Punic Wars. Chichester, West Sussex: John Wiley. hlm.111–128. ISBN978-1-1190-2550-4.
Richardson, John (2015) [2011]. "Spain, Africa, and Rome after Carthage". Dalam Hoyos, Dexter (ed.). A Companion to the Punic Wars. Chichester, West Sussex: John Wiley. hlm.467–482. ISBN978-1-1190-2550-4.
Ridley, Ronald (1986). "To Be Taken with a Pinch of Salt: The Destruction of Carthage". Classical Philology. 81 (2): 140–146. doi:10.1086/366973. JSTOR269786.
Scullard, Howard H. (2006) [1989]. "Carthage and Rome". Dalam Walbank, F. W.; Astin, A. E.; Frederiksen, M. W.; Ogilvie, R. M. (ed.). Cambridge Ancient History: Volume 7, Part 2, 2nd Edition. Cambridge: Cambridge University Press. hlm.486–569. ISBN978-0-521-23446-7.
Whittaker, C. R. (1996). "Roman Africa: Augustus to Vespasian". Dalam Bowman, A.; Champlin, E.; Lintott, A. (ed.). The Cambridge Ancient History. Vol.X. Cambridge: Cambridge University Press. hlm.595–96. doi:10.1017/CHOL9780521264303.022. ISBN9781139054386.
Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.