Pribumi Hawaii (atau orang Hawaii; bahasa Hawaii:kānakacode: haw is deprecated , kānaka ʻōiwicode: haw is deprecated , Kānaka Maolicode: haw is deprecated , dan Hawaiʻi maolicode: haw is deprecated ) adalah kelompok etnik Polinesiapribumi di Kepulauan Hawaii.
Hawaii dihuni setidaknya sejak 800 tahun lalu oleh orang Polinesia yang berlayar dari Kepulauan Masyarakat. Para penjajah ini perlahan-lahan terpisah dari tanah airnya sendiri dan menciptakan kebudayaan dan identitas Hawaii yang khas di tanah air baru mereka. Mereka menciptakan struktur keagamaan dan kebudayaan baru, sebagai respons terhadap lingkungan baru mereka dan untuk mewariskan pengetahuan dari satu generasi ke yang berikutnya. Karena itu, agama Hawaii berfokus pada cara hidup dan berkaitan dengan lingkungan dan menanamkan paham kebersamaan.
Pada sensus A.S. 2010, orang keturunan Pribumi Hawaii terlapor sebagai penduduk di semua 50 negara bagian A.S., serta di Washington, D.C. dan Puerto Riko.[1] Di A.S. pada 2010, 540.013 penduduk melapor sebagai keturunan murni Pribumi Hawaii atau Orang Kepulauan Pasifik Lainnya, di antaranya 135.422 tinggal di Hawaii.[1] Di Amerika Serikat secara keseluruhan, 1,2 juta orang teridentifikasi sebagai Pribumi Hawaii dan Orang Kepulauan Pasifik Lainnya, baik murni ataupun kombinasi dengan satu ras lainnya atau lebih.[1] Populasi Pribumi Hawaii dan Orang Kepulauan Pasifik Lainnya adalah salah satu kelompok dengan pertumbuhan tercepat dari tahun 2000 hingga 2010.[1]
↑Hixson, Linsday; Hepler, Bradford; Ouk Kim, Myoung (May 2012). 2010 Census Brief, The Native Hawaiian and Other Pacific Islander Population: 2010(PDF) (Report). United States Census Bureau. hlm.15. C2010BR-12. Diakses tanggal 10 March 2019. "There were 156,000 people who reported Native Hawaiian with no additional detailed NHPI group or race group and an additional 371,000 people who reported Native Hawaiian in combination with one or more other races and/or detailed NHPI groups. Thus, a total of 527,000 people reported Native Hawaiian alone or in any combination."