Beberapa atau seluruh referensi dari artikel ini mungkin tidak dapat dipercaya kebenarannya. Bantulah dengan memberikan referensi yang lebih baik atau dengan memeriksa apakah referensi telah memenuhi syarat sebagai referensi tepercaya. Referensi yang tidak benar dapat dihapus sewaktu-waktu.
Penaklukan Lam Pulo (Belanda: Verovering van Lam Poeloe) pada 20 Juni 1874 adalah penaklukan yang berhasil oleh Koninklijk Nederlandsch-Indisch Leger atas benteng Aceh di Lam Poeloe, Atjeh. Setelah penaklukan, para insinyur Belanda membangun sebuah benteng Belanda di Lam Poeloe yang akan menjadi bagian dari Oosterlinie dari Linie van Pel, yaitu garis pertahanan di sekitar istana di Kota Radja.
Latar Belakang
Di seluruh wilayah Besar Atjeh tidak ada tanda-tanda damai; pada 20 Juni 1874 terjadi pertempuran sengit antara pasukan Belanda dan sejumlah titik pertahanan yang harus diduduki oleh pasukan Belanda agar pelayaran di sungai Atjeh bisa dipulihkan. Sekitar 3.000 orang Pedirezen (pemberontak Aceh) telah mengambil posisi di tepi kampung Lam Poeloe dan di tepi hutan dekat bivak lama di Penajoeng. Meski daerah utara Kota Radja telah lebih atau kurang aman setelah pendudukan Lemboe dan Kota-Alam, pertahanan Longbatta di tenggara tetap kuat dan pemimpinnya tidak mau menyerah.
Penaklukan
Pada 20 Juni sekitar pukul 05.00 pagi, seluruh pasukan yang tersedia maju ke Lam Poeloe, termasuk Mayor Infanteri J.G. Scharp dengan setengah dari batalion infanteri ke-9. Tidak lama setelah itu, kolom pasukan ditembaki oleh pihak lawan.
Pasukan Belanda kemudian mengusir musuh dari bukit-bukit yang dipasangi pertahanan di sepanjang sungai dan menduduki titik-titik pertahanan mereka. Dalam pertempuran ini terdapat 27 prajurit Belanda terluka, dan di pihak musuh dua orang tewas di posisi bertahan mereka. Sebanyak satu meriam besi, empat tong amunisi infanteri dan sejumlah besar peralatan berhasil direbut. Di luar garis pertahanan itu ditemukan tujuh korban lagi.
Musuh terus dikejar dan banyak tembakan infanteri diluncurkan ke arah mereka, yang mungkin menyebabkan kerugian besar di pihak lawan. Sekitar pukul 10.00 pagi, kompi pertama dari batalion infanteri ketiga dari Pakan-Atjeh berbaris untuk menempati posisi yang telah direbut bersama dua mortir, lalu kolom di bawah Scharp kembali meninggalkan tempat itu.
Musuh kemudian mundur ke selatan dan setelah memberi sedikit tekanan pada benteng Penajoeng dan pos parit, mereka melepaskan tembakan kuat ke arah Pakan-Atjeh dan Kota Radja, menyebabkan Letnan J. van Vulpen di Pakan-Atjeh terkena luka ringan. Namun musuh akhirnya berhasil diusir. Sepanjang pagi, pos-pos perlindungan di Marassa juga mendapat tembakan serius dari pihak lawan.
Sesudahnya
Untuk mencegah musuh kembali ke sungai, pada 23 Juni dibangun sebuah pos jaga sementara sekitar 400 langkah ke utara dari posisi yang direbut di Lam Poeloe, yang cukup untuk satu perwira dan 25 tentara bersenjata. Sekitar daerah tersebut juga dibersihkan dari vegetasi. Di kampung Lam Poeloe, kemudian didirikan sebuah tugu peringatan dengan teks untuk mengenang tentara Belanda 1874-1875 (Oedj. Peunajong).
Dengan keputusan kerajaan tanggal 12 Januari 1875, sejumlah perwira Belanda dianugerahi pangkat Knight of the Military William Order kelas ke-4 atas keberanian mereka dalam pertempuran ini.
Rujukan
Atsjin, De locomotief: Samarangsch handels- en advertentie-blad 25-07-1874
Couvee, blz. 390.
1878. G.F.W. Borel. Onze vestiging in Atjeh Critisch Beschreven. Den Haag. Thieme. bladzijde 154-155.