Pada tahun 17 H Hurmudzan menguasai sebagian daerah seperti Ahwaz Manazir dan sungai Tira. Hurmudzan adalah salah satu jendral Persia pelarian perang Qadisiyah. Setelah meminta pasukan tambahan kepada Sa'ad bin AbiWaqqash, Utbah bin Gahzwan menyiapkan pasukannya untuk memeranginya.[1]
Daerah Ahwaz masa kini.
Sa'ad segera mengirimkan bantuan di bawah komando Nu'man bin Masud dan Nua'im bin Muqarrin. Mereka mengalahkan Hurmudzan dan berhasil merebut kembali seluruh wilayah yang terletak antara sungai Tigris dan Dujail. Mereka berhasil mendapatkan apa yang mereka mau dari tentaranya. Serta membunuh yang menurut mereka harus dibunuh. Hurmudzan minta berdamai dengan sisa dari wilayahnya dan Utbah bermusyawarah terlebih dahulu dalam masalah ini dan ternyata dia akhirnya menyetujuinya. Setelah itu dia mengirimkan seperlima harta dan berita penaklukan ini kepada Umar.[1]
Mereka juga mengutus rombongan al-Ahnaf bin Qais yang dikagumi Umar. Setelah itu Umar menulis surat kepada Utbah untuk selalu bermusyawarah dengannya dan meminta pendapatnya. Tak lama kemudian Hurmudzan membatalkan kesepakatan damai dan mungkir janji, bahkan dia minta bantuan suku Kurdi dan merasa bangga dengan dirinya. Segera kaum muslimin menyerbunya dan kembali menang. Akhirnya banyak pasukannya yang terbunuh dan pasukan Islam mengambil seluruh yang dimilikinya berikut wilayah kekuasaannya hingga ke Tustar. Kemudian dia berlindung di dalam benteng kota itu dan kaum muslimin menyampaikan berita ini kepada Umar.[1] Selanjutnya muslimin menuju Pertempuran Tustar.