Pemuda Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (disingkat Pemuda ICMI) adalah organisasi sayap pemuda dari Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI). Pemuda ICMI bermaksud mengembangkan dan merumuskan pemikiran serta konsep strategis, sekaligus mengupayakan pemecahan alternatif yang mengandalkan kearifan-kearifan lokal, dengan tetap berfokus pada progresivitas kaum muda Indonesia.[butuh rujukan]
Organisasi Pemuda ICMI bertujuan menguatkan dan mengembangkan etos keilmuan serta kecendekiawanan kaum muda Muslim Indonesia berdasarkan nilai-nilai kualitas iman, takwa, kualitas pikir, kualitas karya, kualitas kerja, dan kualitas hidup bangsa Indonesia.
Sejarah
Majelis Sinergi Kalam, disingkat Masika, adalah salah satu organ dari organisasi Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia. ICMI didirikan pada 6 Desember 1990 dalam Simposium Nasional Cendekiawan Muslim, yang kemudian dilanjutkan dengan Muktamar I ICMI khusus untuk pembentukan dan pendeklarasian ICMI di Kampus Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur.[1]
Sementara itu, Masika ICMI secara resmi didirikan tiga tahun kemudian, tepatnya pada 8 Oktober 1993 di Cisarua, Kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat. Masika lahir melalui acara Pertemuan Nasional (PERNAS) I 'Majelis Sinergi Kalam' yang diselenggarakan oleh ICMI Pusat di bawah arahan dan koordinasi Marwah Daud Ibrahim dan rekan-rekan.
Pernas Masika I berlangsung selama tiga hari, pada 8-10 Oktober 1993, di Hotel Evergreen, Puncak, Bogor, Jawa Barat, dengan tema 'Membangun Tradisi Kecendekiawanan Kaum Muda'.[butuh rujukan]
Berdasarkan dokumen pendirian Masika ICMI pada 8 Oktober 1993 di Cisarua, Puncak, Bogor, Jawa Barat, Pernas I Masika ICMI diawali dengan Simposium Nasional yang dihadiri oleh 53 peserta undangan khusus.
Masika, yang didirikan pada 8 Oktober 1993, merupakan organisasi otonom yang mewadahi para intelektual muda di lingkungan ICMI. Perubahan nama menjadi Pemuda ICMI merupakan respons terhadap keputusan dan rekomendasi Muktamar ICMI 2021 yang memasukkan organisasi kepemudaan ke dalam struktur Majelis Pimpinan Pusat (MPP) ICMI. Pada 17 September 2022, nama Masika ICMI resmi diubah menjadi Pemuda ICMI.[2]
Munaslub Masika ICMI, yang mengusung agenda tunggal perubahan nama, dihadiri oleh pengurus nasional yang berkedudukan di Ibu Kota dan pengurus dari 29 organisasi wilayah. Menurut Dr. Ismail Rumadan, M.H., selaku Ketua Umum MPP Pemuda ICMI, keputusan munaslub yang diselenggarakan secara hybrid tersebut bertujuan mengubah nama organisasi berdasarkan keinginan untuk lebih berperan dalam kerja nyata di tengah masyarakat.
Mantan Ketua Umum ICMI, Jimly Asshiddiqie, mengatakan bahwa "cendekiawan adalah mereka yang peduli pada masalah-masalah sosial di sekitarnya dan turut berperan serta berkontribusi sosial. Karena itu, Pemuda ICMI harus memberikan perhatian serius pada masa depan umat dan masa depan peradaban kita, serta berperan dalam menyelesaikan persoalan-persoalan global."
Program dan Berita
IPB Press dan Pemuda ICMI Berkolaborasi, Dorong Literasi di Indonesia.[3]
Pemuda ICMI Soroti Isu yang Dapat Menghambat Proyek Strategis Nasional.[4]
Pemuda ICMI Kaltara Serukan Sikap Tegas Soal Seks Bebas, LGBT, dan HIV/AIDS.[5]