Pemilihan ini diikuti oleh delapan pasangan calon yang berasal dari jalur partai politik maupun perseorangan.[1][2]
Pasangan calon
Pilkada ini diikuti oleh delapan pasangan calon, terdiri dari lima pasangan yang diusung partai politik dan tiga pasangan dari jalur perseorangan.[3][4]
Tahapan Pilkada Kediri 2008 diwarnai dinamika politik, termasuk perubahan pasangan calon menjelang batas akhir pendaftaran. Sejumlah partai politik mengganti calon wakilnya setelah proses verifikasi administrasi dan tes kesehatan.
Masa kampanye dimulai pada awal Oktober 2008 dan diikuti oleh seluruh pasangan calon. Kampanye dilakukan dalam bentuk rapat terbuka, dialog publik, serta kegiatan sosialisasi lainnya.
KPUD Kota Kediri juga memberikan kelonggaran bagi pasangan calon untuk melakukan kampanye di luar jadwal rapat terbuka selama masih berada dalam masa kampanye.[5]
Berdasarkan hasil rekapitulasi suara oleh KPUD Kota Kediri, pasangan Samsul Ashar – Abdullah Abu Bakar memperoleh suara terbanyak dan ditetapkan sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kediri periode 2009–2014.[6]
Dinamika
Pilkada ini menunjukkan tingkat kompetisi yang tinggi dengan banyaknya pasangan calon yang bertarung, termasuk dari jalur independen. Selain itu, perpecahan internal partai politik seperti Partai Kebangkitan Bangsa turut memengaruhi konfigurasi politik lokal.[7]