Pemilihan Gubernur Jawa Timur 2003 adalah pemilihan kepala daerah tingkat provinsi yang dilaksanakan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Timur untuk memilih Gubernur dan Wakil GubernurJawa Timur periode 2003–2008. Pemilihan ini belum dilakukan secara langsung oleh rakyat, melainkan melalui mekanisme pemilihan tidak langsung oleh anggota DPRD, sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku saat itu.[1]
Latar belakang
Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah, pemilihan kepala daerah pada periode tersebut masih menjadi kewenangan DPRD. Pemilihan Gubernur Jawa Timur 2003 digelar menjelang berakhirnya masa jabatan Gubernur Imam Utomo, yang menjabat sejak 1998. Imam Utomo kemudian mencalonkan diri kembali untuk masa jabatan kedua.[2][3]
Kandidat
Dalam Pemilihan Gubernur Jawa Timur tahun 2003, terdapat dua pasangan calon utama yang bersaing memperebutkan jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur untuk masa jabatan 2003–2008. Pasangan Imam Utomo dan Soenarjo, yang keduanya dikenal sebagai figur non-partai atau independen, diusulkan melalui dukungan Fraksi PDI Perjuangan (F-PDIP) dan Fraksi Gabungan (lainnya) di DPRD Jawa Timur.[4][5][6]
Sementara itu, pasangan Abdul Kahfi (juga non-partai) dan Ridwan Hisjam, politikus dari Partai Golkar, dicalonkan oleh Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (F-PKB) dan Fraksi Partai Golkar. Meskipun mayoritas calon merupakan tokoh non-partai, pencalonan mereka tetap melalui mekanisme dukungan fraksi-fraksi partai politik di DPRD, karena sistem pemilihan kepala daerah pada saat itu masih dilakukan secara tidak langsung melalui pemungutan suara di DPRD.[7]
Dari total 100 anggota DPRD yang hadir, pasangan Imam Utomo dan Soenarjo memperoleh mayoritas suara, sehingga ditetapkan sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur terpilih.[13]
Pelantikan
Pasangan Imam Utomo – Soenarjo dilantik sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur periode 2003–2008 oleh Presiden Republik Indonesia melalui Menteri Dalam NegeriHari Sabarno. Pelantikan dilakukan di Gedung DPRD Provinsi Jawa Timur, Surabaya.[13]