Pemilihan Bupati Tuban 2001 dilaksanakan melalui mekanisme tidak langsung oleh anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Tuban (DPRD Tuban) untuk memilih Bupati Tuban dan Wakil Bupati periode 2001–2006. Sistem pemilihan langsung baru diterapkan pada 2005. Pasangan Haeny Relawati–Soenoto, yang diusung Golkar (dengan dukungan silang dari sebagian PDIP), memenangkan suara mayoritas.[1]
Latar Belakang
Komposisi DPRD hasil Pemilu 1999 menunjukkan dominasi PDIP (13 kursi) dan PKB (11 kursi), sedangkan Golkar hanya memiliki 8 kursi. Meski secara matematis peluang Golkar kecil, strategi merangkul internal PDIP membuka jalan kemenangan.[2]
Slamet: Kepala Dinas PU Tuban Noor: anggota DPRD (PKB)
Hasil
Dari 44 suara DPRD, hasil perolehan suara adalah:
Pasangan Calon
Suara
%
Haeny Relawati – Soenoto
29
64,4
Slamet Susilo – Noor Nahar Hussein
15
33,3
Suara tidak sah
1
2,3
Pasangan Haeny–Soenoto berhasil memenangkan mayoritas, meskipun kemungkinan dukungan awal terlihat berat.
Sengketa dan kericuhan
Pemungutan suara berlangsung tegang. Ketika hasil memihak Haeny, massa pendukung calon lawan melempari gedung DPRD dengan batu dan kayu. Meskipun ada kericuhan, hasil tetap sah.[2]
Pelantikan
Setelah penetapan, Haeny Relawati dan Soenoto resmi menjabat setelah dilantik oleh Gubernur Jawa Timur, Imam Utomo, sebagai Bupati Tuban dan Wakil Bupati Tuban periode 2001–2006. Haeny menjadi wanita pertama yang menjabat sebagai Bupati di Jawa Timur.[3]