Gampong atau Desa Dayah meunara adalah salah satu gampong yang berada di Kecamatan Kuta makmur, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, Indonesia. Gampong ini terdiri dari empat dusun, yakni Dusun KetapangDusun lampoh rayabale wekeuh dan
Sejarah
Dahulu kala, terdapat sebuah menara yang di atasnya dipasang bedug besar. Saat bedug tersebut dipukul, suaranya terdengar hingga ke beberapa kampung sekitar, sehingga menjadi tanda penting bagi masyarakat pada masa itu.
Desa Dayah Meunara berdiri pada tahun 1876, berawal dari sebuah perkampungan kecil yang dihuni oleh para santri dan ulama. Hal ini karena di kampung tersebut terdapat sebuah dayah yang menjadi pusat kegiatan keagamaan. Seiring berjalannya waktu, desa ini terus berkembang, salah satunya di sektor pertanian. Dahulu masyarakat hanya memiliki satu sawah sebagai sumber penghidupan, namun perlahan-lahan jumlah sawahnya bertambah dan dikelola dengan lebih baik hingga mencapai standar tingkat atas.
Perkembangan tersebut menjadikan Desa Dayah Meunara semakin maju, sekaligus dikenal sebagai desa yang memiliki tradisi keagamaan yang kuat serta mandiri dalam bidang pertanian.
Geografi
Desa Dayah Meunara memiliki letak geografis yang strategis dengan batas- batas wilayah yang jelas dan alami. Di sebelah utara, desa ini berbatasan dengan Meunasah Kumbang, sementara di sebelah selatan berbatasan langsung dengan Blang Talon yang menjadi salah satu kawasan pertanian penting di sekitar wilayah tersebut. Di bagian barat, Dayah Meunara bersebelahan dengan Cot Rheue, dan di sisi timur berbatasan dengan Meunasah Bayu yang masih memiliki hubungan sosial dan budaya yang erat dengan masyarakat desa. Kondisi alam Desa Dayah Meunara didominasi oleh hamparan lahan sawah yang luas, mencapai sekitar 77 hektare, sehingga memberikan karakter agraris yang kuat dan menjadi sumber penghidupan utama bagi warga setempat. Kombinasi batas wilayah yang jelas dan lingkungan alam yang subur menjadikan Dayah Meunara sebagai desa yang harmonis antara kehidupan sosial dan potensi alamnya
Pemerintahan
PJ Geusyik
Hamdani, S.Sos
Sekretaris Desa
Nazaruddin, S.E
Bendahara
Ahmad Fauzi, S.Pd
Tuha 4
- Tgk. Anwar
- Tgk. Imum Tgk. Zufrizal
- Kepala Desa 1: Tgk. Chik di Dayah (Anwar)
- Kepala Desa 2: Balee Wakeuh (Samsul Bahri)
- Kepala Desa 3: Keutapang (M. Yusuf Salem)
- Kepala Desa 4: Tgk. Lampoh Raya (Lukman)
Ketua Pemuda
M. Khairul Fattah
Lembaga Kemasyarakatan
- BUMG
- Posyandu
- Tuha 4
- Damonrofi PP Win 99
- PP Win
Demografi
Desa Dayah Meunara memiliki jumlah penduduk sebanyak 894 jiwa yang tersebar di berbagai kelompok usia, mulai dari balita hingga warga lanjut usia. Komposisi umur yang beragam ini mencerminkan struktur masyarakat yang dinamis, dengan keterlibatan aktif dari berbagai generasi dalam kehidupan sosial dan pembangunan desa.
Mayoritas penduduk bekerja di sektor pertanian, yang menjadi sumber penghidupan utama bagi banyak keluarga. Selain itu, terdapat pula warga yang berprofesi sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS), sehingga kehidupan ekonomi desa dapat berjalan seimbang antara sektor formal dan tradisional.
Dari segi pendidikan, sebagian besar masyarakat Desa Dayah Meunara menempuh pendidikan hingga tingkat SMA, dan sebagian lainnya melanjutkan studi ke jenjang S1, terutama pada bidang keagamaan. Hal ini menunjukkan minat masyarakat terhadap pendidikan, baik umum maupun agama.
Penduduk desa didominasi oleh pemeluk agama Islam, yang menjadi landasan utama dalam kehidupan sosial, tradisi, serta budaya setempat. Secara etnis, masyarakat terdiri dari dua suku utama yaitu
Fasilitas
Fasilitas umum yang tersedia di Gampong Dayah menara antara lain:
Desa Dayah Meunara memiliki infrastruktur yang cukup lengkap untuk mendukung kegiatan masyarakat sehari-hari. Jaringan jalan di desa ini terdiri dari jalan aspal, jalan semen, dan jalan setapak, yang menghubungkan antara dusun, area persawahan, dan permukiman warga. Untuk transportasi, masyarakat umumnya menggunakan mobil, sepeda motor (honda), dan becak, yang memudahkan mobilitas antarwilayah maupun menuju pusat kecamatan. Sarana pendidikan di Desa Dayah Meunara juga memadai, mulai dari RA (Raudhatul Athfal) untuk pendidikan usia dini, MI (Madrasah Ibtidaiyah) untuk pendidikan dasar, hingga Dayah yang berperan sebagai lembaga pendidikan agama tradisional. Kehadiran lembaga-lembaga ini menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan pembinaan karakter anak-anak desa Di bidang kesehatan, desa ini dilengkapi dengan posyandu yang melayani pemeriksaan kesehatan dasar, terutama bagi ibu dan anak. Aktivitas keagamaan
Sosial dan Budaya
Desa Dayah Meunara dikenal sebagai salah satu desa yang masih mempertahankan kekayaan tradisi dan adat istiadatnya. Nilai-nilai budaya turun-temurun tetap hidup dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.
Tradisi seperti maulid, dike (zikir dan doa bersama), rukun, serta kenduri blang berlangsung secara rutin sebagai bentuk syukur dan kebersamaan. Masyarakat juga masih menjaga kebiasaan berdoa sebelum turun ke sawah, sebagai ungkapan harapan agar diberi kemudahan dan keberkahan dalam bekerja.
Selain tradisi keagamaan dan adat, kehidupan sosial masyarakat sangat hangat dan penuh kekeluargaan. Kerja sama antar warga tetap kuat terlihat dalam berbagai kegiatan sosial, baik gotong-royong, acara kampung, maupun saat menerima tamu dan pendatang. Keramahan warga menjadi ciri khas desa ini, menciptakan suasana damai, harmonis, dan nyaman bagi siapa pun yang datang.
Dengan perpaduan antara nilai budaya yang terjaga dan sikap masyarakat yang bersahabat, Desa Dayah Meunara menjadi desa yang memiliki identitas sosial budaya yang kuat dan tetap lestari hingga kini.
Ekonomi
Sumber ekonomi masyarakat Desa Dayah Meunara didominasi oleh sektor pertanian yang telah menjadi mata pencaharian utama sejak dahulu. Hamparan sawah yang luas memungkinkan warga menghasilkan padi serta tanaman pertanian lainnya sebagai sumber penghidupan keluarga. Selain itu, perekonomian desa juga ditopang oleh berbagai usaha UMKM, seperti pengolahan hasil tani, usaha makanan rumahan, kerajinan, dan perdagangan kecil yang membantu meningkatkan pendapatan masyarakat. Di samping itu, sebagian warga bekerja sebagai pegawai negeri, yang turut memberikan kestabilan ekonomi bagi keluarga dan berkontribusi pada perkembangan sosial desa. Kombinasi antara pertanian, UMKM, dan profesi pegawai negeri menjadikan struktur ekonomi Dayah Meunara semakin beragam dan mampu mendukung kesejahteraan masyarakatnya.
Referensi
Profil Gampong Paya Teungoh – Dokumen resmi Sekretariat Gampong
Review RPJMG Gampong Paya Teungoh Tahun 2025–2026.