Pautan genetik (genetic linkage dalam bahasa Inggris) dalam genetika adalah fenomena di mana gen-gen yang berdekatan pada kromosom yang sama cenderung diwariskan bersama karena rendahnya frekuensi rekombinasi selama pembelahan sel (meiosis).[1] Konsep ini menjadi dasar pemetaan genetik untuk menemukan lokasi gen yang memengaruhi sifat tertentu. Pautan genetik pertama kali dikenali dan dijelaskan oleh ahli genetika Amerika Serikat, Thomas Hunt Morgan melalui penelitiannya dengan lalat buah (Drosophila melanogaster) di awal abad ke-20.[2]
Terdapat dua fase yang bisa terjadi antara dua lokus yang berpaut:
Fase bergandengan (cis atau coupling), Alel-alel dominan atau resesif untuk dua gen berada pada kromosom yang sama,
Fase berseberangan (trans atau repulsion), Alel dominan untuk satu gen dan alel resesif untuk gen lain berada pada kromosom yang sama, atau sebaliknya.
Pautan genetik dapat dipatahkan oleh peristiwa pindah silang, yang terjadi pada tahap profase I dalam meiosis. Semakin dekat posisi dua lokus, semakin rendah frekuensi pindah silangnya. Peristiwa pindah silang menjamin terjaganya variasi maksimum pada keturunan yang maksimal.[1]