Biografi
El-Hachem lahir pada 8 September 1934 di Aqoura, Lebanon. Ia ditahbiskan menjadi imam Patriarkat Katolik Maronit Antiokia pada 28 Maret 1959.[1] Ia berkarya selama bertahun-tahun di Lebanon.
El-Hachem belajar di seminari di Ghazir dan meneruskan pendidikannya di Seminari Carmes, Paris. Ia meraih gelar magister dalam jurnalisme, kajian internasional, dan kajian sosial. Ia menerima gelar doktor dalam bidang teologi dan hukum kanon dari Universitas Katolik Paris. Ia dapat berbicara dalam bahasa-bahasa Arab, Prancis, Italia, Inggris, Suryani, Latin, Yunani dan Aram.[2]
Pada 11 Desember 1978, Paus Yohanes Paulus II menganugerahinya gelar Kapelan Kehormatan Sri Paus.[3]
Dari 1967 sampai 1970, ia menjabat sebagai direktur program-program Arab untuk Radio Vatikan. Dari 1970 sampai 1978, ia menjadi pejabat Komisi Komunikasi Sosial, wakil direktur Kantor Pers Takhta Suci. Pada 1974, ia diangkat menjadi delegasi Perpustakaan Film Vatikan.[4]
Dari 1978 sampai 1995, El-Hachem mengabdi di Sekretariat Negara Vatikan. Dari 1991 sampai 2004, ia menjadi profesor hukum Islam di Universitas Kepausan Lateran.[5]
Pada 30 Oktober 1993, ia diangkat menjadi kepala Seksi Urusan Umum Sekretariat Negara Vatikan.[1][6]
Pada 10 Juni 1995, ia diangkat menjadi uskup Eparki Baalbek-Deir El-Ahmar, menggantikan Philippe Boutros Chebaya. Patriark Maronit Antiokia, Nasrallah Boutros Sfeir, menahbiskannya sebagai uskup pada 13 September 1995[1][7] didampingi oleh Boutros Gemayel, Epark Agung Siprus dan Roland Aboujaoudé, Uskup Auksilier Antiokia.
Pada 27 Agustus 2005, El-Hachem diangkat menjadi Uskup Agung Tituler Darnis dan diangkat menjadi nunsius apostolik untuk Kuwait, Bahrain, Yaman dan Qatar dan Delegasi Apostolik untuk Jazirah Arab.[1] Pada 4 Agustus 2007, El-Hachem juga diangkat menjadi nunsius apostolik untuk Uni Emirat Arab.[8]
El-Hachem pensiun saat ia digantikan dalam jabatan-jabatan tersebut pada 2 Desember 2009.[9] Ia meninggal dunia pada 7 Oktober 2022, dalam usia 88 tahun.[10]