Gapura Penyatuan Kembali (nama resmi: Monument Tiga Titik Piagam Reunifikasi Nasional)[1] adalah sebuah pelengkung yang terletak di selatan Pyongyang, ibu kota Korea Utara. Patung tersebut dibuka pada Agustus 2001 untuk memperingati proposal reunifikasi Korea yang dibuat oleh Kim Il-sung.[2]
Desain awalnya adalah pilar setinggi 55 meter dengan tiga ranting yang mewakili bangsa Korea di Utara, di Selatan, dan di seberang laut.[1]
Penghancuran
Di bulan Desember tahun 2023, di saat pertempuan Partai Buruh Korea, Kim Jong-un menuduh Korea Selatan telah menjadi 'basis militer dan gudang senjata nuklir' Amerika Serikat di tengah meningkatnya latihan militer dan pengerahan berbagai aset militer dekat Semenanjung Korea.[3] Ketika itu, Kim telah mengumumkan bahwa ia telah menyingkirkan kemungkinan reunifikasi dengan Korea Selatan dan bahwa Korea Utara telah secara fundamental mengubah hubungannya dengan Korea Selatan.[3] Korea Utara lalu berkata akan meluncurkan tiga satelit mata-mata, membangun drone militer, dan meningkatkan persenjataan nuklirnya di tahun 2024.[3]
Pada bulan Januari tahun 2024, Kim Jong-un memerintahkan penghancuran gapura karena ketidakpuasannya terhadap proses reunifikasi dengan Korea Selatan. Ia menanggalkan proposal reunifikasi dan mengumumkan mengakhiri kebijakan ini.[4]
Gapura itu dirobohkan antara 19 dan 23 Januari 2024, menurut citra satelit.[5][6] Kabar dirobohkannya Gapura Penyatuan Kembali telah dikonfirmasi oleh Kementerian Unifikasi Korea Selatan pada 24 Januari 2024.[7]