Marie Edme Patrice Maurice de MacMahon, Adipati Magenta (13 Juni 1808 – 17 Oktober 1893) adalah seorang perwira militer dan politikus Prancis yang menjabat sebagai Presiden Prancis ke-3 dari 1873 hingga 1879. Ia dikenal sebagai salah satu tokoh paling konservatif dalam periode awal Republik Ketiga Prancis.
Biografi
MacMahon lahir di Sully, Saône-et-Loire, dari keluarga bangsawan Irlandia yang menetap di Prancis sejak abad ke-18. Ia menempuh pendidikan di École Spéciale Militaire de Saint-Cyr dan kemudian berkarier di militer. Prestasi militernya gemilang, terutama setelah kemenangannya di Pertempuran Magenta (1859), yang membuatnya diangkat sebagai Marsekal Prancis oleh Napoleon III.[1]
Karier Politik
Setelah jatuhnya Kekaisaran Prancis Kedua dalam Perang Prancis–Prusia (1870–1871), MacMahon menjadi figur penting dalam pembentukan rezim baru. Ia dipilih sebagai Presiden pada 24 Mei 1873 setelah pengunduran diri Adolphe Thiers. Pemerintahannya ditandai oleh usaha untuk menyeimbangkan antara monarkis dan republikan.[2]
Selama masa jabatannya, ia menghadapi konflik politik besar yang dikenal sebagai Krisis 16 Mei 1877, di mana ia berusaha membubarkan parlemen untuk memperkuat kekuasaan eksekutif. Langkah ini gagal, dan kemenangan kaum republikan dalam pemilu membuatnya kehilangan dukungan politik.[3]
Pengunduran Diri
Pada 30 Januari 1879, MacMahon mengundurkan diri setelah menyadari bahwa sistem parlementer republik telah mengakar kuat dan ia tidak lagi mampu mempertahankan pengaruh konservatifnya di pemerintahan.[4]
Kehidupan Pribadi
Setelah pensiun dari jabatan publik, MacMahon hidup tenang di Montcresson hingga wafat pada 1893. Ia dimakamkan di Les Invalides, Paris, berdampingan dengan para pahlawan besar Prancis lainnya.