Paruh-kodok jawa (Batrachostomus javensis) adalah spesies burung dalam famili paruh kodok atau Podargidae.[1] Burung ini endemik di Jawa dan menjadi satu-satunya spesies paruh-kodok di wilayah ini.[2]
Taksonomi dan sistematika
Burung ini baru saja dipisahkan sebagai spesies sendiri, sebelumnya ia dianggap satu spesies dengan paruh-kodok palawan (B. chaseni). Paruh-kodok jawa bersifat monotipe atau tidak ada subspesies yang dikenali.[3]
Pemerian
Seperti kebanyakan Batrachostomus, paruh-kodok jawa memiliki bulu yang sangat bervariasi dan dikromatik secara seksual, meskipun variasi terkait usia dan jenis kelamin masih relatif sedikit diketahui, sebagian karena relatif sedikitnya materi spesimen di museum-museum dunia.[3]EBird mendeskripsikan burung ini "berukuran kecil dengan penampakan mirip paruh-kodok lain, dengan bulu tubuh cokelat terpotong bercak-bercak putih dan palang pucat di ekor. Mudah dibedakan dari cabak berdasarkan pose bertenggernya yang tegak serta mata mengarah ke depan, serta dari burung hantu berdasarkan wajah “berkumis”, tidak adanya piringan wajah, paruh besar dengan pangkal lebar, dan ekor panjang."
Sebaran dan habitat
Spesies ini endemik di Pulau Jawa, yang tampaknya masih tersebar luas di kawasan hutan, mulai dari dataran rendah hingga dataran tinggi (hampir 2.200 meter).[3] Ia menghuni berbagai habitat berpohon dari dataran rendah hingga kaki perbukitan di pegunungan, dari hutan hujan rimbun hingga tepian perkebunan besar dengan tegakan tinggi yang sesuai. Paruh-kodok jawa mengeluarkan berbagai jenis kicauan, termasuk seri siulan menurun, geraman bernada tinggi diikuti siulan tercekik, serta teriakan pendek parau.[2]
Perilaku
Paruh-kodok jawa bersifat nokturnal dan dapat sulit terlihat saat beristirahat di siang hari.[2] Meskipun lebih dikenal daripada B. chaseni yang jangkauannya terbatas, relatif tidak banyak data ekologi yang diketahui. Sarang spesies ini tampaknya hanya ditemukan sekali.[3]