Paroki Santo Yusup Kotabaru adalah paroki dari Gereja Katolik Roma di Keuskupan Banjarmasin. Pusat Paroki Kotabaru berada di KelurahanSebatung, berbatasan langsung dengan Kelurahan Kotabaru Tengah, KecamatanPulau Laut Utara, di KabupatenKotabaru - Kalimantan Selatan. Paroki ini terletak di suatu pulau tersendiri terpisah dari Pulau Kalimantan, yaitu Pulau Laut, di ujung timur utara Keuskupan Banjarmasin; dan merupakan pemekaran dari Paroki Katedral Banjarmasin.[3] Penduduk Kotabaru umumnya pendatang atau transmigran dari Makassar, Sumatra, Jawa, NTT, dan Bali; dengan mata pencaharian yang beragam: nelayan, pedagang, petani, PNS, maupun pegawai swasta.[4] Paroki Kotabaru dilayani oleh imam dengan kongergasi yaitu MSF, CM, OAD, CP dan Diosesan. Pada tahun 2020 imam yang berkarya di paroki ini adalah RD. Ignatius Allparis Freeanggono; RD. Ignatius Supardi Prihatin Saputra. Pada tahun 2022 terdapat tambahan imam yaitu RD. Jhon Rustam 2023 Juli,Pindah ke Paroki Banjarbaru. ;Pada tahun 2021 RD. Ignatius Supardi pindah ke Paroki Bunda Maria Manikam Damai Mandam.; 2023 Januari RD. Domianus Ama Kii. Datang ke Kotabaru.
RD. Ignatius Allparis Freeanggono ( Maret 2020 - Sekarang)
RD. Jhon Rustam (2022 - Juli 2023 )
RD Damianus Ama Kii ( Januari 2024 - Sekarang )
Pemekaran Paroki
Dalam perkembangannya Paroki Kotabaru telah berhasil melahirkan 1 paroki baru yaitu Paroki Batulicin selanjutnya Batulicin memekarkan dengan menambah Paroki yaitu Paroki Sungai Danau, Paroki Mandam dan Paroki Gendang. Paroki Sungai Danau memekarkan dengan menambah Paroki Sebamban di mana sama-sama tergabung dalam Dekanat Batulicin Keuskupan Banjarmasin.
Karya Pastoral
Karya pastoral dalam bidang pendidikan yaitu didirikannya TK Yos Sudarso dan SD Santa Maria yang dikelola oleh Kongregasi Suster Santa Perawan Maria (SPM) --satu-satunya tarekat biarawati di Paroki Kotabaru.[5][6] Sementara untuk bidang pengembangan ekonomi masyarakat di paroki ini terdapat Credit Union (CU), yaitu Koperasi Kredit Sa-ijaan Sejahtera, yang dibentuk sejak 12 Agustus 2001; pastor paroki, bersama tokoh umat beragama lain menjabat sebagai penasehat dalam struktur organisasinya.[7][8]
Stasi
Wilayah pelayanan di Paroki Kotabaru cukup berat dan menantang. Stasi Geronggang dan Sebuku dapat dicapai menggunakan speed boat; beberapa stasi lainnya harus menggunakan kapal feri yaitu Stasi Tarjun, Batu Ampar, Batu Mulia. Secara keseluruhan Paroki Kotabaru memiliki 8 stasi dan 1 wilayah pelayanan:[5]