Umat Katolik di Paroki Long Bentuk adalah Suku Dayak (Dayak Kenyah dan Modang) dan pendatang dari NTT yang bekerja di perkebunankelapa sawit. Hampir seluruh wilayah paroki sudah dipenuhi perkebunan kelapa sawit dan pertambanganbatu bara, kecuali Desa Long Bentuk yang masih bertahan untuk menolak adanya perkebunan kelapa sawit. Untuk mendukung program penghijauan dan antisipasi dampak kerusakan lingkungan dari aktivitas perkebunan kelapa sawit dan pertambangan tersebut, SVD Distrik Kalimantan Timur melaksanakan Program "Ekologi Center" sebagai bagian dari Program "Go For Borneo" untuk Distrik Kaltim. Ecology Centre saat ini dipusatkan di Paroki Long Bentuk, dilaksanakan di atas tanah seluas 25 hektar berupa tanah hibah dari masyarakat Long Bentuk. Sampai dengan tahun 2013 sudah 9 hektar lahan ditanami karet, durian, kapur, dan pohon-pohon asli Kalimantan seperti kayu Ulin, Meranti, Bengkarai, serta Sengon.[1][2]
Stasi
Paroki Long Bentuk terbagi atas 10 stasi di dalam 3 kecamatan:[3]