Kabupaten ini memiliki luas wilayah 6.231,85km² dan berpenduduk sebanyak 443.170 jiwa (2021), dengan jumlah penduduk laki-laki sebanyak 227.196 jiwa dan penduduk perempuan sebanyak 215.974 jiwa.[1] Bupati yang menjabat saat ini adalah H. Samsurizal Tombolotutu.[5]
Sejarah
Pembentukan Kabupaten Parigi Moutong diawali dengan pembentukan Panitia Penuntut Pembentukan Kabupaten pada tanggal 8 Juni 1963.[6] Panitia ini dibentuk oleh sejumlah tokoh pemuda, tokoh masyarakat dan elemen masyarakat lainnya. Momentum penting pembentukan Kabupaten Parigi Moutong terjadi pada hari Kamis, tanggal 23 Desember 1965 dengan terbentuknya Yayasan pembangunan wilayah Pantai Timur dengan Akta Notaris Nomor 33 Tahun 1965. Yayasan ini merupakan lembaga pengumpul sekaligus yang mendanai pembentukan Kabupaten Parigi Moutong. Pendiri Ada tiga fase yang manandai lahirnya pembentukan Kabupaten Parigi Moutong.
Fase pertama dilaksanakannya rapat oleh partai-partai politik dan seluruh komponen masyarakat Parigi Moutong yang berlangsung di lapangan Toraranga Parigi tahun 1963. Fase kedua, lahirnya memorandum DPRD Kabupaten Donggala tahun 1999 dan fase ketiga. Fase ketga yakni pada hari Minggu tanggal 1 Juli 1999 delegasi pembentukan Kabupaten Parigi Moutong berturut-turut mengadakan audiensi baik dengan Bupati Donggala maupun dengan Gubernur Sulawesi Tengah yang diterima oleh Sekretaris Provinsi Drs. H. Samijono.
Pada tanggal 11 Maret 2002 dilaksanakan rapat Paripurna pembahasan pembentukan 19 Kabupaten dan tiga Kota di Indonesia, salah satunya yang dibahas dalam rapat Paripurna tersebut adalah pembentukan Kabupaten Parigi Moutong. Puncaknya pada tanggal 10 April 2002 DPR RI mensahkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2002, tentang pembentukan Kabupaten Parigi Moutong di Provinsi Sulawesi Tengah dalam lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 23, tambahan lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4185. Akhirnya pada tanggal 10 Juli 2002, Gubernur Sulawesi Tengah Prof. Drs. H Aminudin Ponulele MS melantik Drs H Longki Djanggola, MSi sebagai pejabat Bupati Parigi Moutong di Parigi, ibu kota Kabupaten Parigi Moutong.[7]
Geografis
Secara astronomis, wilayah Kabupaten Parigi Moutong terletak pada posisi 119°45–121°06 Bujur Timur dan 0°14 Lintang Selatan serta 0°40 Lintang Utara. Kabupaten Parigi Moutong juga merupakan salah satu kabupaten di Indonesia yang dilalui oleh garis khatulistiwa dan menjadi salah satu di antara dua kabupaten di Sulawesi Tengah yang dilalui garis khatulistiwa bersama dengan Kabupaten Donggala. Kabupaten ini memiliki panjang garis pantai sebesar 472km yang membentang dari Kecamatan Sausu di selatan hingga Kecamatan Moutong di utara yang berbatasan dengan Provinsi Gorontalo.[5]
Batas wilayah
Berdasarkan posisi geografisnya Kabupaten Parigi Moutong memiliki batas-batas:[5]
Oleh karena wilayahnya yang dilalui garis khatulistiwa, Kabupaten Parigi Moutong beriklim tropis dengan tipe ekuatorial yang ditandai dengan suhu udara yang konstan antara 23°–33°C dan curah hujan yang cenderung merata sepanjang tahunnya dengan rerata curah hujan berkisar antara 100 hingga 200mm per bulannya.
Lambang Daerah Kabupaten Parigi Moutong ditetapkan dengan Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2003, tanggal 17 Mei 2003 yang berbentuk gumbang tempayung bersudut lima yang melambangkan bahwa:
Masyarakat Kabupaten Parigi Moutong bersifat terbuka menerima semua masukan yang bersifat membangun untuk dimusyawarahkan demi tercapainya kesejahteraan rakyat.
Gumbang atau tempayung bersudut lima melambangkan falsafah Pancasila.
Motto daerah adalah Songu Lara Mombangu yang melambangkan tekad yang kukuh, tertanam dalam diri setiap masyarakat Kabupaten Parigi Moutong dalam membangun, untuk tercapainya cita-cita yakni kesejahteraan rakyat.
Arti Warna
Warna Putih melambangkan sebagai kesucian.
Warna Kuning dimaknai sebagai kejayaan atas sejarah dari kerajaan yang mendiami wilayah Parigi Moutong sebelum lahirnya kabupaten.
Warna Hijau dimaknai sebagai kesuburan tanah daerah Kabupaten Parigi Moutong.
Warna Coklat dimaknai sebagai tanah tempat kita berpijak dan menjalani roda kehidupan untuk mencapai masyarakat madani.
Warna Biru dimaknai sebagai keteduhan dan kedamaian juga mempunyai makna potensi kelautan di mana luas wilayah laut kita lebih luas dari daratan terbesar di Kabupaten Parigi Moutong.
Warna Hitam dimaknai sebagai ketegaran sikap untuk menuju pembangunan.
Kabupaten Parigi Moutong terdiri dari 23 Kecamatan, 5 kelurahan, dan 278 desa dengan luas wilayah 5.089,91 km² dan jumlah penduduk sebesar 444.513 jiwa dengan sebaran penduduk 87 jiwa/km².[15][16]
Daftar kecamatan dan kelurahan di Kabupaten Parigi Moutong, adalah sebagai berikut: