Adat budaya di nagari ini termasuk yang terbaik dalam menjaga rumah adattradisional yang disebut Rumah Gadang (Bahasa Minang, rumah besar), sehingga sampai sekarang masih dijumpai banyak yang terawat dengan baik. Pada nagari ini juga masih dijumpai surau, yang masih menjadi tempat tinggal untuk pria yang belum menikah.
Dan pada bagian tengah dari nagari ini masih berdiri sebuah masjid tradisional yang cukup besar yang diperkirakan sudah ada di awal abad kesembilan belas, di mana pada masjid tersebut terdapat tempat mandi umum berair panas yang masih digunakan sampai sekarang. Di Nagari ini juga terdapat situs cagar budaya baru Tungku Tigo Sajarangan.
Nagari Pariangan saat ini terdiri dari 4 jorong yaitu:
Jorong Pariangan,
Jorong Padang Panjang,
Jorong Guguak, dan
Jorong Sikaladi.
Di antara jorong-jorong yang ada dalam nagari ini merupakan titik awal peradaban Minangkabau yakni Jorong Pariangan dan Jorong Padang Panjang, yang keduanya dahulu dalam tambo dikenal sebagai Pariangan Padang Panjang.
Pada Mei 2012, Nagari (desa) Pariangan terpilih sebagai salah satu dari lima desa terindah di dunia versi Travel Budget, sebuah majalah pariwisata internasional.[1]