Kelurahan in Sulawesi Selatan, 23x15px|border |alt=|link= Indonesia{{SHORTDESC:Kelurahan in Sulawesi Selatan, 23x15px|border |alt=|link= Indonesia|noreplace}}
Sejak dahulu Parangbanoa adalah sebuah pemukiman yang penduduknya adalah masyarakat pribumi. Secara etimologi, kata Parang berasal dari kata “Persawahan/hamparang” sedangkan Banoa Yang berasal dari kata “ sarung Parang “. Parangbanoa di beri nama oleh perundingan masyarakat dan Parangbanoa adalah bekas distrik Borongloe yang sekarang jadi Kecamatan Bontomarannu.
Tahun 1979
Setelah dibentuk Kecamatan di Kabupaten Gowa maka Parangbanoa bergabung dengan kecamatan Pallangga dan dijadikan Desa Bonto Parang yang bergabung dengan Bontona Songkolo pada waktu itu.
Tahun 1979
Desa Bonto Parang dipugar menjadi Lingkungan Kampili yang bergabung dengan Desa Bontoramba, Bontona songkolo bergabung dengan kampili dan Parangbanoa bergabung dengan Desa Tetebatu.
Tahun 1980
Desa Tetebatu dijadikan menjadi Kelurahan dan kampung Parangbanoa dijadikan Lingkungan.
Tahun 1992
Kelurahan Tetebatu dipugar menjadi 3 Kelurahan, yaitu kelurahan Tetebatu sendiri, Kelurahan Pangka Binanga dan Kelurahan Parangbanoa, dan setelah Parangbanoa dijadikan kelurahan maka dibentuklah Lingkungan Parangbanoa dan Tattakang
Tahun 1999
Kelurahan Parangbanoa dibagi menjadi 4 (empat) Lingkungan yaitu:
Lingkungan Parangbanoa
Lingkungan Tattakang
Lingkungan Palaraka
Lingkungan Barua
Yang berdiri sampai sekarang.
Referensi
↑Nyili. T., Ashri, R. H. (2024). Izudin, A. A., dan Ashri, R. H. (ed.). Kecamatan Pallangga Dalam Angka 2024. Gowa: Badan Pusat Statistik Kabupaten Gowa. hlm.3. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)