Paramita Rahayu lahir di Buitenzorg (Bogor), bekas Hindia Belanda (Indonesia), pada tanggal 29 Februari 1920. Ayahnya adalah Raden Adipati Ario Abdoerachman, yang diangkat menjadi bupati pemukiman kolonial Eropa Meester Cornelis di 1925, dan ibunya adalah Siti Katidjah, yang lahir dari keluarga priayi Jawa.[2][3] Keluarga birokrat Paramita memegang posisi yang lebih tinggi di masyarakat dan memiliki akses ke pendidikan Barat, memungkinkannya untuk bersekolah di sekolah menengah HBS yang biasanya diperuntukkan bagi elit Indonesia.[1] Ia adalah keponakan dari Achmad Soebardjo, menteri luar negeri pertama Indonesia, dan sepupu dari jurnalis Herawati Diah dan arkeolog Satyawati Suleiman.[4]
Thung, Ju Lan; Adenan, Musiana; Sungkar, Yasmin; Widodo, Eko, ed. (2010). Yo Paramita Abdurachman: Perempuan Mendahului Zaman, In Search of Living Traditions and Art. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia & LIPI Press. ISBN978-979-799-495-2.