Karir
Awalnya, Papa T. Bob lebih sering bermain dengan lagu humor dan musik rock. Kemudian, Ia lebih memilih musik rock dengan membentuk grup Caesar Rock Group One. Pada tahun 1980-an, Ia dikenal sebagai penyanyi dengan nama panggung Wanda Chaplin.[4] Menggunakan nama panggung ini, Ia pernah menjuarai Lomba Musik Humor 1979.[5]
Bersama Kelompok Recekan, grup komedi yang dibentuk bersama murid SMAN 31 Jakarta, Ia menjadi juara musik humor nasional. Erwanda juga sempat menjajal musik country dan merekam 10 album.[3]
Adapun daftar lagu bergenre humor yang Ia ciptakan antara lain: Dolanan Wong Urip, Nasib Pengamen, Dunia Night Club serta Operasi Dua Jari, 1000 Emil Salim, Join dan Rentetan Ex Box.[5]
Ketika penyanyi cilik banyak bermunculan di tahun 1990-an, Ia beralih menjadi pencipta lagu anak-anak. Untuk mengakrabkan diri dengan anak-anak, Ia menggunakan sapaan Papa. Sedangkan nama Bob diambil dari nama salah satu anaknya, Bobby.[4]
Awal menciptakan lagu anak-anak bermula ketika Ia ditanya apakah memiliki lagu anak-anak oleh produser saat sedang menawarkan lagu-lagu rock. Terlanjur menjawab iya, Papa membuat lagu "Semut-semut Kecil’ yang dinyanyikan Melisa dan diterbitkan Gajah Mada Record. Lagu “Semut-semut Kecil” tercipta setelah Ia memperhatikan gerak-gerik T. Bob, anaknya sewaktu berusia satu tahun enam bulan.[4]
Sukses lagu tersebut sukses, Ia menciptakan lagu anak-anak lainnya, seperti “Si Kodok” dan me-medley dua lagu anak-anak tradisional, “Cublak-Cublak Suweng” dan “Soleram”, dengan cita rasa musik pop namun tetap dengan lirik yang bermuatan pendidikan. Angka penjualan kaset yang memuat empat lagu tersebut mencapai 200.000–800.000 kopi.[4]
Untuk menciptakan lagu, Papa harus melihat wajah penyanyinya. Setelah bertemu si anak, Ia bisa membayangkan lagu seperti apa yang pantas. Menurutnya, tatap muka sangat penting karena kalau tidak bertemu, Papa menolak untuk menciptakan lagu. Joshua termasuk penyanyi yang pernah ditolak tetapi akhirnya Joshua dikenal luas dengan hit Diobok-Obok. Lagu ini dicetuskan Joshua ketika Ia main air AC yang bocor di dalam studio, dan langsung didaptasikan ke dalam lirik lagu "Air".[3]
Selain itu Papa juga mengorbitkan Tiga Anak Manis dengan anggotanya Johani, Johermin, dan Indah Pratiwi[4] yang membawakan lagu "Semua Mencium (Dicium Mama, Dicium Papa)", Tina Toon dengan hit Bolo-Bolo, Trio Kwek-Kwek dengan hit Jangan Marah, Tanteku, Katanya, lalu menyusul kemudian Enno Lerian dengan hit Si Nyamuk Nakal dan Du Di Dam, Bondan Prakoso yang populer lewat Si Lumba-lumba, dan masih banyak lagi.[3]
Selain menciptakan lagu untuk anak-anak, Papa juga menciptakan lagu untuk penyanyi dewasa seperti lagu pop untuk Nike Ardilla, Nia Danianty, Ayu Ting-Ting dan Hesty Klepek-Klepek.[5]
Pada 2014, Ia membuat satu lagu khusus berjudul “Anti Kekerasan Anak”.[4]
Pada Agustus 2019, Papa bersama sahabatnya, Mamo Agil menghidupkan kembali lagu anak-anak dengan menggelar Lomba Karya Cipta Lagu Anak di TIM. Upaya ini mendapatkan penghargaan dari Persatuan Artis Penyanyi Pencipta Lagu dan Pemusik Republik Indonesia dan Dinas Pariwisata dan Budaya Provinsi DKI Jakarta.[1]