Nama Pantai Labu berasal dari kondisi geografis wilayah ini pada masa lalu. Menurut cerita masyarakat setempat, kawasan tersebut merupakan daerah pesisir yang banyak ditumbuhi tanaman labu dengan ukuran buah yang besar, sehingga kemudian dikenal dengan nama "Pantai Labu".
Kecamatan Pantai Labu sebelumnya merupakan bagian dari Kecamatan Lubuk Pakam. Dalam rangka penataan wilayah setelah ibu kota Kabupaten Deli Serdang dipindahkan dari Medan ke Lubuk Pakam pada tahun 1984, Kecamatan Lubuk Pakam dimekarkan menjadi empat kecamatan, yaitu Lubuk Pakam, Pagar Merbau, Beringin, dan Pantai Labu, Deli Serdang. Peresmian kecamatan-kecamatan tersebut dilaksanakan pada 27 Desember 1984 oleh Gubernur Sumatera Utara, yang sekaligus melantik Syahmardan Harahap sebagai Camat Pantai Labu pertama.[butuh rujukan]
Pada awalnya, kantor Kecamatan Pantai Labu berlokasi di Desa Pantai Labu Pekan. Namun, akibat pembebasan lahan untuk pembangunan Bandar Udara Kualanamu, kantor kecamatan tersebut direlokasi ke Desa Kelambir pada tahun 2000.
Demografi
Agama
Mayoritas penduduk Kecamatan Pantai Labu memeluk agama Islam.
Agama Kristen dan Buddha merupakan agama minoritas, dengan jumlah pemeluk masing-masing sekitar 7% dan 5% dari total penduduk. Dari 19 desa yang ada, Desa Sei Tuan merupakan satu-satunya desa yang mayoritas penduduknya beragama Kristen. Sementara itu, pemeluk agama Buddha memiliki konsentrasi terbesar di Desa Pantai Labu Pekan, dengan proporsi sekitar 27% dari jumlah penduduk desa tersebut.[3]