Pangeran Yasuhiko adalah putra kedelapan dari Pangeran Kuni Asahiko dan Tsunoda Sugako. Ayahnya Pangeran Kuni Asahiko merupakan pangeran termuda dari Fushimi-no-miya salah satu dari empat rumah besar dari dinasti kekaisaran (shinnōke) yang berhak meneruskan tahta. Pada tahun 1872, Kaisar Meiji mendapat gelar Kuni-no-miya dan memulai keluarga kekaisaran. Pangeran Yasuhiko adalah saudara tiri dari Pangeran Higashikuni Naruhiko, Pangeran Nashimoto Morimasa, Pangeran Kaya Kuninori, dan Pangeran Kuni Kuniyoshi, ayah dari Permasuri Kōjun, permaisuri Kaisar Shōwa.
Seperti pangeran kekaisaran lainnya dari periode Meiji, ia juga membangun karier militernya. Ia mendapatkan pendidikan dasar di Sekolah Peer Gakushuin dan Sekolah Persiapan Militer Pusat. Dilanjutkan lulus dari Akademi Angkatan Darat Kekaisaran Jepang pada 27 Mei1908. Ia dipromosikan sebagai letnan dua infanteri pada 25 Desember, letnan pada Desember 1910, kapten pada Agustus1913, mayor pada Juli1918 dan letnan kolonel pada Agustus1922.
Pada 1920 hingga 1923, ia juga sempat belajar taktik militer di École spéciale militaire de Saint-Cyr di Prancis, bersama dengan saudara tirinya Pangeran Naruhiko Higashikuni dan sepupunya Pangeran Naruhisa Kitashirakawa. Namun pada 1 April1923, ia terluka parah dalam kecelakaan mobil di Perriers-la-Campagne (Normandia) yang menewaskan Pangeran Kitashirakawa.
Ia dipromosikan sebagai kolonel pada bulan Agustus1925 dan naik pangkat mayor jenderal pada bulan Desember 1929 serta menjabat sebagai instruktur di Sekolah Staf Angkatan Darat Jepang pada tahun 1930. Pada 1 Agustus1933, ia dipromosikan menjadi letnan jenderal dan menjabat sebagai komando Divisi ke-1 Pengawal kekaisaran. Desember 1935, ia ditunjuk sebagai Dewan Penasihat Militer Jepang yang memberinya posisi yang sangat berpengaruh dengan Kaisar Hirohito.