Pangeran Octavius dari Britania Raya (23 Februari 1779–3 Mei 1783)[1] adalah anak ketigabelas dan putra kedelapan Raja George III dan ratunya, Charlotte dari Mecklenburg-Strelitz. Enam bulan setelah kematian adik laki-lakinya Pangeran Alfred, Octavius disuntik dengan virus cacar. Beberapa hari kemudian, dia jatuh sakit. Kematiannya berikutnya pada usia empat tahun membuat orang tuanya hancur, dan khususnya ayahnya. George III sangat menyayangi kedua anak bungsunya dan mengalami halusinasi melihat kedua anak bungsunya saat mengalami gangguan jiwa.
Charlotte Papendiek, seorang lady-in-waiting untuk Ratu, menyatakan bahwa Pangeran Octavius adalah "anak kesayangan dari perlakuan manis, [yang] menunjukkan segala janji kebaikan mendatang."[9] Raja George sangat sayang pada Octavius, yang terlalu muda untuk menyebabkan ketegangan ketimbang para abangnya pada masa itu, yang terlibat pelecehan seksual dan ketakpertanggungjawaban keuangan.[10] Beberapa hal tak lazim terjadi pada masa itu,[11] Raja sangat menyayanginya[12] dan memanjakan anak-anaknya yang masih muda, dan mengadakan pesta ulang tahun lainnya dan perayaan lain yang diadakan untuk kegembiraan mereka. Pada suatu kali, seorang teman menyaksikan perayaan domestik bahagia yang melibatkan George "menggendongnya di tangan bersama Sophia dan pangeran lain, Octavius."[13][14]Mary Delany, seorang teman Raja, menuturpkan sebuah pertemuan dengan Octavius di Queen's Lodge, Windsor. Dalam sebuah surat, ia menjelaskan seberapa manis Gerge menggendong Octavius dan membawa pangeran tersebut kepadanya dengan lengannya. Octavius kemudian memegang tangannya dan bermain dengan Mrs. Delany, dan ia mencium pipinya di hadapan ayahnya.[15][11] Disamping norma sosial yang menghalangi penampilan kalangan keluarga, ia memuji cara ringan Raja dan Ratu membesarkan anak mereka.[11] Saksi lain menulis bahwa George dan Charlotte "membuat anak-anak mereka selalu bermain dengan mereka sepanjang waktu". Sepanjang sore, anak-anak dibawa ke orangtua mereka antara enam dan tujuh pada sore hari untuk bermain satu atau dua jam.[16] Raja juga menjaga informasi kegiatan pendidikan anak-anaknya.[17]
Fritz, Paul S. (1982). "The Trade in Death: The Royal Funerals in England, 1685–1830". Eighteenth-Century Studies. 15 (3): 291–316. doi:10.2307/2738157. JSTOR2738157.
Papendiek, Charlotte (2010) [1887]. Court and Private Life in the Time of Queen Charlotte: Being the Journals of Mrs. Papendiek, Assistant Keeper of the Wardrobe and Reader to Her Majesty, Volume 1. Spottiswoode and Co. ISBN978-1-143-96208-0.