Goesti Kamir bergelar Pangeran Moeda (bin Pangeran Praboe, Sulthan Sepoeh) adalah Raja atau Kepala Landschap Cenggal, Manunggul dan Bangkalaan (Tanah Bumbu) sejak membuat kontrak politik pada tanggal 10 April1845.[1][2][3]
Adapun yang mula-mula melantik Goesti Kamir sebagai penguasa (sub-raja) di distrik Bangkalaan tersebut adalah Ratu Intan. Goesti Kamir kemudian bergelar Pangeran Moeda. Ia memiliki seorang putri bernama Goesti Kamil yang kemudian diperisteri oleh Adji Djawa (anak Goesti Besar dan Adji Pati).[4][5]
Kepustakaan
Truhart P., Regents of Nations. Systematic Chronology of States and Their Political Representatives in Past and Present. A Biographical Reference Book, Part 3: Asia & Pacific Oceania, München 2003, s. 1245–1257, ISBN3-598-21545-2
↑Koninklijk Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen (1853). Tijdschrift voor Indische taal-, land- en volkenkunde. Batavia. hlm.339. Diarsipkan dari asli tanggal 2023-08-07. Diakses tanggal 2021-10-16.; Pemeliharaan CS1: Lokasi tanpa penerbit (link)