Ia memimpin Yayasan Pendidikan Tri Mulya yang berdiri pada 1959.[3] Ayahnya masuk Katolik akibat diskriminasi pemerintah pada 1960an,[3] Pangeran Djatikusumah bersama dengan para keturunan penghayat Madrais meninggalkan agama Katolik dengan alasan gereja tak memenuhi janjinya untuk melibatkan tradisi Agama Djawa Sunda dalam upacara keagamaan Katolik dan mendirikan organisasi Paguyuban Adat Cara Karubun Urang.[4]
Beliau meninggal pada hari Jumat tanggal 16 Mei 2025 pukul 10.10 WIB di kediaman nya Paseban Tri Panca Tunggal Cigugur, di usia 93 tahun Ia didampingi oleh Istri dan anaknya saat meninggal.[5] Pangeran Djatikusumah dimakamkan di tempat peninggalan kakeknya situs area Curug Goong di Desa Cisantana, Kecamatan Cigugur pada hari Minggu tanggal 18 Mei 2025.[6]