Desa Pangebatan terletak di Barat Daya Kota Purwokerto, Ibu kota Kabupaten Banyumas dekat dengan 3 aliran sungai yaitu Sungai Banjaran, Sungai Jengok dan Sungai Logawa.
Pemerintahan Desa Pangebatan terbagi dalam 2 wilayah dusun memiliki 8 Rukun Warga (RW) dan 36 Rukun Tetangga. Wilayah Desa Pangebatan mempunyai beberapa nama grumbul (kelompok wilayah) dengan pembagian seperti berikut:
Dusun I
Grumbul Wungudadi meliputi wilayah RW 5,
Grumbul Kembaran meliputi wilayah RW 6,
Grumbul Lemah Urug meliputi wilayah RW 7,
Grumbul Jomblang meliputi wilayah RW 8.
Dusun II
Grumbul Pangebatan meliputi wilayah RW 1 dan RW 2,
Data sekolah di Pangebatan, Karanglewas, Banyumas Sumber: Data Monografi Desa Pangebatan
Budaya
Budaya Desa Pangebatan merupakan Budaya Banyumasan memiliki ciri khas tersendiri yang berbeda dengan wilayah lain di Jawa Tengah, walaupun akarnya masih merupakan budaya Jawa.
Seni pertunjukan yang terdapat di Desa Pangebatan antara lain:
Seni Cowong, yaitu kesenian khas Banyumasan yang digelar dalam rangka upacara meminta hujan. Namun di Desa Pangebatan kesenian Cowongan juga digelar untuk sarana syiar Islam
Begalan, adalah seni tutur tradisional yang pada upacara pernikahan. Kesenian ini menggunakan peralatan dapur yang memiliki makna simbolis berisi falsafah Jawa bagi pengantin dalam berumah tangga nantinya. Kesenian ini digelar apabila calon pengantin adalah anak tunggal, anak pertama, atau anak terakhir.
Pariwisata
Desa Pangebatan belum memiliki wahana wisata. Ada beberapa tempat yang dapat menjadi potensi wisata, khususnya wisata religi yaitu terdapat Petilasan Kyai Purbadana dan Makam Kyai Sore. Khusus di Petilasan Kyai Purbadana beberapa kelompok orang meyakini sebagai tempat yang mustajab untuk memohon doa sebelum melamar pekerjaan.
Perayaan
Desa Pangebatan memiliki acara rutin yaitu:
Cowongan yang digelar setiap tanggal 1 Hijjriyah (Tahun Baru Islam)
Kuliner khas Banyumas
Kuliner khas dari Desa Pangebatan di antaranya adalah:
Di Desa Pangebatan terdapat produsen konveksi berupa kaos bercirikan Banyumas (ngapak)dengan merek JEGUR.
Tokoh
Titut Edi Purwanto, Seniman pendiri sanggar seni Cowong Sewu.
Warid Pudjorusmianto (alm.), merupakan Kepala Desa yang karismatik selama menjabat sampai akhir hayatnya, bahkan ketokohannya sudah diakui di wilayah Kabupaten Banyumas.