Pembatasan bepergian
Pada 13 Maret 2020 Menteri Transportasi dan Infrastruktur Turki menghentikan penerbangan ke 9 negara Eropa ya itu Jerman, Prancis, Spanyol, Norwegia, Denmark, Belgia, Austria, Swedia, dan Belanda.[9] Selain itu, transportasi darat dan udara antara Turki dan Azerbaijan juga ditutup.[10] Hal itu juga dilakukan Turki untuk menutup gerbang Sarp yang merupakan perbatasan antara Turki dan Georgia.[11]
Pembatasan berkumpul
Pada tanggal 16 Maret 2020, Presidensi Urusan Agama (Diyanet), otoritas keagamaan tertinggi Turki, telah mengumumkan larangan berskala nasional untuk pertemuan peribadahan, termasuk salat Jumat, karena merebaknya wabah koronavirus. Kepala Diyanet, Ali Erbaş, mengatakan bahwa masjid-masjid akan tetap terbuka untuk orang-orang yang ingin melakukan sholat harian. Erbaş mendesak umat untuk sholat di rumah.[12]
Kementerian Dalam Negeri Turki mengirimkan surat edaran ke 81 gubernur provinsi mengenai Tindakan Koronavirus. Surat edaran tersebut berisi mulai 16 Maret 2020 pukul 24.00, bioskop, pusat pertunjukan, ruang konser, gedung pernikahan, restoran, kasino, pub, kedai kopi, kafe, taman pedesaan, kafe internet, salon, ruang permainan, kebun teh, ruang santai, taman hiburan, kolam renang, pemandian Turki, sauna, pemandian air panas, ruang pijat, spa, dan pusat olahraga akan dihentikan sebentar.[13]