Pampang, Paliyan, Gunungkidul Kalurahan in Daerah Istimewa Yogyakarta, 23x15px|border |alt=|link= Indonesia{{SHORTDESC:Kalurahan in Daerah Istimewa Yogyakarta, 23x15px|border |alt=|link= Indonesia|noreplace}}
Pampang adalah kalurahan di Kapanewon Paliyan , Gunungkidul , Daerah Istimewa Yogyakarta , Indonesia . Terdapat lima padukuhan dalam kalurahan ini, yakni: Polaman, Jetis, Pampang, Kedungwowo Wetan, dan Kedungdowo Kulon.
Masyarakat
Masyarakat Kalurahan Pampang bekerja sebagai petani, PNS, pedagang, dan perajin perak (gemblak ). Per tahun 2023 terdapat 2.681 yang menempati kalurahan ini.
Adat istiadat yang masih dilestarikan di Kalurahan Pampang:
Ekonomi dan budaya
Perekonomian
Sentra Kerajinan Perak : 122 perajin sejak 1960, hasilnya diekspor ke Eropa dan Timur Tengah
Pasar Pon : Pasar tradisional yang dibangun 1967
BUMDes : Mengelola SPAMDes dan wisata air Bendowo
Pendidikan & Agama
Tingkat Pendidikan :
Sarjana: 6 orang
SMA: 48 orang
Agama : 99% Islam, terdapat 12 masjid
BAB IV – KEPALA DESA
No Nama Masa Jabatan Prestasi
1 Kyai Sodinomo ?-1927 Pendiri pemerintahan desa
2 Kyai Songet 1927-1928 Diberhentikan karena masalah keuangan
3 Kyai Harjo Suwito 1928-1948 Dalang wayang, pembentuk lembaga desa
8 Iswandi, SE 2015-sekarang Pengembangan BUMDes dan ekowisata
Sejarah
Asal Nama : Dari frasa Jawa "sempalaning pang-pang" (dahan pohon besar yang patah), melambangkan pemukiman abdi dalem Mataram yang membuka lahan.
Legenda Padukuhan
Polaman : Tempat ulama Kyai Mangun Ijoyo berhenti (pol ) menyebarkan Islam
Jetis : Dinamai dari sesepuh Boletis
Kedungdowo : Berasal dari kedung (sungai dalam) dan dowo (panjang)