Pembagian periode geologis menurut ICS per 2021.[2] Skala sumbu vertikal: juta tahun
Perubahan iklim selama 65 juta tahun terakhir terekspresikan dengan komposisi isotop oksigen pada foraminifera lubuk. Maksimum Termal Paleosen-Eosen dicirikan dengan peningkatan deviasi yang singkat tetapi menonjol, yang dihubungkan ke peristiwa penghangatan singkat. Dalam grafik ini, tonjolan tersebut "teremehkan" karena pemulusan data
Maksimum Termal Paleosen-Eosen (Paleocene–Eocene thermal maximum,PETM) atau Maksimum Termal Eosen 1 ("Eocene thermal maximum 1", ETM1), dan sebelumnya dikenal dengan nama "Late Paleocene thermal maximum" dan "Initial Eocene", adalah sebuah periode waktu dengan peningkatan suhu rata-rata global lebih dari 5–8°C selama durasi peristiwa.[3][4] Peristiwa iklim ini terjadi pada perbatasan waktu kala geologis Paleosen dan Eosen.[5] Usia dan durasi pasti dari peristiwa ini masih belum pasti, tetapi diperkirakan terjadi sekitar 55.5 juta tahun lalu (Ma).[6]
Peristiwa pelepasan karbon besar-besaran ke atmosfer yang berhubungan dengan ini telah diperkirakan berlangsung selama sekitar 6000 tahun.[7] Periode hangat secara keseluruhan berlangsung selama sekitar 200,000 tahun, dengan peningkatan suhu global 5–8°C.[4]
Permulaan Maksimum Termal Paleosen-Eosen telah dihubungkan dengan proses vulkanisme[3] dan kenaikan kerak yang berhubungan dengan Provinsi Beku Besar Atlantik Utara, yang menyebabkan perubahan ekstrem kepada siklus karbon Bumi, dan peningkatan ketinggian permukaan yang signifikan.[4][8][9] Periode ini ditandai dengan deviasi negatif menonjol pada catatan-catatan isotop stabil karbon (δ13C) dari seluruh dunia; terkhususnya terdapat pengurangan besar pada rasio 13C/12C pada karbonat laut dan darat, beserta pada karbon organik.[4][10][11] Data δ13C ganda, δ11C dan rasio boron ke kalsium menyarankan jumlah sekitar ~14,900 gigaton yang telah dilepaskan ke sistem laut-atmosfer,[12] selama 6,000 tahun.[4]
Bagian-bagian stratigrafis batuan dari periode ini menunjukkan beragam perubahan lainnya.[4] Catatan fosil untuk beragam organisme menunjukkan perubahan besar. Sebagai contoh, pada sektor bahari, terjadi sebuah kepunahan massal pada foraminiferabentik, perluasan global dinoflagellata subtropis, dan munculnya deviasi nanofosil kapur dan foraminifera planktik. Semua hal tersebut terjadi pada tahap-tahap awal PETM. Di daratan, ordo-ordo mamalia modern (termasuk primata) tiba-tbia muncul di Eropa dan Amerika Utara.[13]