Paciran adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Lamongan. Paciran terletak di pantai utara dan merupakan salah satu pusat ekonomi penting di Lamongan. Kecamatan ini berbatasan dengan Kabupaten Gresik di sebelah timur dan dilintasi Jalan Raya Daendels yang strategis.[1] Paciran dilengkapi infrastruktur penting seperti Terminal Paciran, rumah sakit, dan Pelabuhan Penyeberangan Paciran. Pelabuhan tersebut melayani penyeberangan menuju Pulau Bawean hingga Kalimantan.[2] Pada tahun 1992, Paciran bagian selatan dimekarkan menjadi kecamatan baru bernama Solokuro.[3] Pasca pemekaran, Paciran tetap menjadi kecamatan dengan jumlah penduduk terbanyak di Lamongan yaitu sekitar 99 ribu jiwa pada tahun 2025.[4]
Paciran dikenal sebagai pusat pariwisata di Lamongan dengan adanya wisata ikonik seperti Wisata Bahari Lamongan (WBL) dan Gua Maharani (Mazoola). WBL adalah ikon wisata Lamongan di Pantai Tanjung Kodok yang dilengkapi dengan berbagai wahana permainan. Sedangkan Gua Maharani adalah sebuah gua alami yang indah dan dilengkapi kebun binatang yang besar.[5] Selain itu, juga masih banyak obyek wisata lainnya seperti Pantai Lorena, Pantai Putri Klayar, pemandian air panas Brumbung, dan bukit kapur Tlogo Sadang yang merupakan bekas tambang.[6][7] Tempat-tempat tersebut selalu ramai dikunjungi wisatawan setiap tahunnya, terutama saat hari libur.[8]
Paciran juga merupakan sentra wisata religi dan sejarah yang banyak dikunjungi para peziarah. Hal tersebut karena Paciran dulu adalah salah satu titik penyebaran awal Islam di Pulau Jawa. Beberapa tokoh penting dimakamkan disini seperti Sunan Drajat, Syekh Maulana Ishaq, dan Sunan Sendang Duwur. Sunan Drajat sendiri adalah satu-satunya tokoh islam bergelar Wali Songo yang ada di Lamongan. Kemudian pada masa kolonial Belanda, Paciran kembali menjadi salah satu wilayah penting di Lamongan. Saat itu, Paciran merupakan sebuah kawedanan atau daerah pembantu Lamongan yang membawahi kecamatan-kecamatan di Lamongan utara yaitu Brondong, Laren, dan Solokuro.[9]
Geografi
Peta administrasi Paciran
Paciran adalah kecamatan yang terletak di Kabupaten Lamongan bagian utara. Paciran berbatasan dengan Laut Jawa di sebelah utara serta Kabupaten Gresik di sebelah timur. Geografi Paciran berupa dataran rendah tetapi sedikit berbukit karena berada di ujung timur dari Pegunungan Kapur Utara. Wilayahnya cenderung kering sehingga lebih banyak berupa tegalan yang ditanami jagung, jati, dan siwalan.[10] 4 desa di ujung timur Paciran terpisah dari desa lainnya di Lamongan dan hampir dikelilingi Desa Campurejo di Gresik yaitu Desa Paloh, Weru, Sidokumpul, dan Warulor.
Batas wilayah Kecamatan Paciran adalah sebagai berikut:[4]
Wilayah pesisir utara merupakan pintu masuk penyebaran Islam ke Pulau Jawa, tidak terkecuali Paciran. Banyak tokoh penting yang menyebarkan Islam di wilayah ini seperti Sunan Drajat, Syekh Maulana Ishaq, dan Sunan Sendang Duwur. Sunan Drajat sendiri adalah satu-satunya tokoh islam bergelar Wali Songo (sembilan wali) yang ada di Lamongan. Sunan Drajat merupakan putra dari Sunan Ampel dan awalnya bernama Raden Qasim. Beliau kemudian menyebarkan ajaran Islam ke Desa Drajat dan sekitarnya sehingga bergelar Sunan Drajat.[11] Pondok Pesantren Sunan Drajat yang didirikan oleh Sunan Drajat merupakan satu-satunya pondok pesantren peninggalan Walisongo yang masih eksis.[12] Pada suatu ketika, Sunan Drajat juga menemui tokoh lain yaitu Raden Noer Rochmat. Sunan Drajat mengakui kelebihan Raden Noer Rochmat dan memberinya gelar Sunan Sendang Duwur dan memintanya untuk melanjutkan dakwah di daerah Sendang Duwur. Kompleks makam dan masjid peninggalan Sunan Sendang Duwur menggabungkan unsur Islam dengan arsitektur Hindu seperti Gapura Bentar dan Paduraksa.[13]
Galeri
Gapura di Situs Sendangduwur
Kompleks makam Sunan Drajat
Makam Sunan Drajat
Paciran dari atas (1946)
Sebuah pantai di Paciran
Daftar kelurahan, desa, dan dusun
Kecamatan Paciran terdiri dari 16 desa dan 1 kelurahan yang dibagi menjadi beberapa rukun warga (RW) dan rukun tetangga (RT), yakni sebagai berikut:
Lamongan Shorebase - perusahaan logistik maritim untuk sektor Migas
Cabang Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Tuban milik Pemprov Jatim
Kebudayaan dan kuliner
Perahu ijon-ijon
Perahu ijon-ijon
Perahu ijon-ijon adalah perahu tradisional khas pesisir utara Lamongan. Salah satu kampung yang melestarikan tradisi ini adalah Desa Kandangsemangkon di Paciran. Pembuatan kapal dinilai berbeda dari kapal lainnya karena menggunakan pola pembuatan papan lambung terlebih dahulu daripada rangka dalamnya. Ciri lainnya adalah bagian depan atau linggi yang cenderung tumpul atau papak, sedangkan badan atau lambung perahu lebih gemuk. Perahu ini juga dikenal sebagai Perahu Wedok dan sering dihiasi dengan lukisan di badan perahu. Perahu ijon-ijon sudah diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia pada tahun 2022.[14]
Jumbrek khas Lamongan
Jumbrek
Jumbrek atau Jumbreg adalah makanan khas Lamongan yang banyak ditemukan di sepanjang Jalan Raya Daendels di pesisir utara. Jumbrek terbuat dari tepung beras yang dicampur dengan santan dan gula merah atau gula siwalan. Kemudian adonan dikukus dengan daun siwalan atau lontar yang dibentuk dengan cara digulung-gulung hingga menyerupai corong atau terompet. Teksturnya kenyal seperti dodol dengan rasa yang manis, serta memiliki aroma khas dari daun siwalan.[15]