Biografi
Pablo Puente lahir di Colindres, Cantabria, Spanyol, pada 16 Juni 1931. Ia menerima lisensiat dalam filsafat pada 1952 dan teologi pada 1956 di Universidad Pontificia Comillas, Madrid. Ia ditahbiskan menjadi imam pada 2 April 1956. Ia kemudian masuk Akademi Gerejawi Kepausan dan menerima gelar doktor dalam hukum kanon dari Universitas Kepausan Gregorian.[2]
Puente masuk penugasan diplomatik Takhta Suci pada 1962. Penugasan pertamanya berada di Paraguay, Republik Dominika, Puerto Riko, Kenya dan Tanzania.[2] Pada 1970, ia diangkat menjadi Kepala Seksi Bahasa Spanyol Sekretariat Negara Takhta Suci.
Bermula pada 1973, ia mengabdi di Lebanon dan Yugoslavia.[2] Ia menjadi anggota delegasi Takhta Suci untuk Konferensi Keamanan dan Kerjasama Eropa di Helsinki. Pada 1978, ia mengepalai Delegasi Vatikan di Konferensi UNESCO Minespol-II.
Pada 18 Maret 1980, Paus Yohanes Paulus II mengangkatnya menjadi uskup agung tituler Macri dan Pro-Nunsius Apostolik untuk Indonesia.[3] Ia menerima penahbisan episkopal pada 25 Mei dari Kardinal Agnelo Rossi.[2]
Pada 15 Maret 1986, ia diangkat menjadi Pro-Nunsius Apostolik untuk Senegal dan Tanjung Verde serta Delegasi Apostolik untuk Guinea-Bissau dan Mauritania.[4] Pada 12 Mei, ia diberi penugasan tambahan sebagai Pro-Nunsius Apostolik untuk Mali.[5]
Pada 31 Juli 1989, ia diangkat menjadi Nunsius Apostolik untuk Lebanon.[6] Penugasannya di Lebanon, dimana ia mendatangi berbagai kelompok militan dan kepala partai politik Islam untuk membantu mengakhiri perang saudara Lebanon 1975-1990, dikutip sebagai contoh diplomasi Vatikan yang tak nampak.[7][8]
Pada 25 Mei 1993, ia diangkat menjadi Nunsius Apostolik untuk Kuwait dan Delegasi Apsotolik untuk Jazirah Arab.[9]
Pada 31 Juli 1997, ia diangkat menjadi Nunsius Apostolik untuk Britania Raya.[10] Pada 2001, ia mengunjungi Keuskupan Agung Cardiff untuk bertemu dengan rohaniwan dan kaum awam setelah penggantian termporer uskup agung dan pencabutan dua imam karena pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur.[11]
Puente mengundurkan diri dari jabatan nunsius pada Oktober 2004.[12] Pada 11 Desember 2004, Yohanes Paulus II menerima pengunduran dirinya.[13]
Pada 25 Agustus 2019, Puente menyerukan penahbisan wanita sebagai imam Katolik.[14]
Puente menjadi kanon katedral Santander.[15]
Puente meninggal pada 4 Desember 2022, dalam usia 91 tahun.[16]