Dasar panggul atau diafragma panggul adalah lokasi anatomi dalam tubuh manusia[1] yang memiliki peran penting dalam kontinensia urin dan anal, fungsi seksual, serta penyokong organ panggul.[2] Dasar panggul mencakup otot, baik otot lurik maupun polos, ligamen, dan fasia[3] serta memisahkan rongga panggul di bagian atas, dan perineum di bagian bawah.[4][5] Bagian ini dibentuk oleh otot levator ani dan otot koksigeus, serta jaringan ikat terkait.[6]
Beberapa sumber tidak menganggap "dasar panggul" dan "diafragma panggul" identik, dengan "diafragma" yang hanya terdiri dari levator ani dan koksigeus, sedangkan "dasar" juga mencakup membran perineal dan kantong perineal dalam.[8] Namun, sumber lain memasukkan fasia sebagai bagian dari diafragma.[9] Dalam praktiknya, kedua istilah tersebut sering digunakan secara bergantian.[10]
Bagian ini penting dalam memberikan sokongan bagi visera (organ) panggul, misalnya kandung kemih, usus, uterus (pada wanita), dan dalam pemeliharaan kontinensia sebagai bagian dari sfingter urinaria dan anal. Bagian ini memfasilitasi persalinan dengan menahan penurunan bagian presentasi janin, yang menyebabkan janin berputar ke depan untuk melewati gelang panggul. Bagian ini membantu menjaga tekanan intra-abdomen yang optimal.[7]