Asko Parpola mengidentifikasi orang-orang "Proto-Dardik" dengan "Proto-Rgveda", menunjukkan bahwa orang Dard merupakan keturunan orang-orang yang berbudaya proto-Weda ca. 1700 SM, merujuk pada fitur-fitur dalam dialek Dardik tertentu yang melanjutkan kekhasan bahasa Sanskerta Weda.[8] Istilah "Dardik" dan "Dardistan" diciptakan oleh G. W. Leitner pada akhir abad ke-19, berdasarkan istilah Yunani dan Latin Daradae untuk orang-orang yang bermukim di wilayah sekitar Kashmir (Daradas dalam bahasa Sanskerta). Istilah-istilah itu kini tidak digunakan lagi di wilayah tersebut.[9]
Selama awal masa pemerintahan Kepangeranan Swati, penduduk Dard di Lembah Swat memeluk agama Hindu.[10]
Agama
Dalam sejarah, orang Dard mempraktikkan Syamanisme, yang dicampur dengan unsur-unsur Hinduisme kuno. Sekarang, mayoritas orang Dard merupakan Muslim dengan kelompok suku Kashmir, Pashayi, Kohistani, Brokpa, Nuristani, dan Kho bermazhab Sunni, sedangkan para pemeluk Syiah menganut Mazhab Ismailiyah dan Imamiyah. Beberapa suku Dard di Gilgit-Baltistan juga mengikuti Tarekat Sufi Noorbakshia.[1] Sebuah kelompok minoritas dalam suku Kashmir dengan jumlah yang signifikan berusaha melestarikan budaya leluhur mereka dan masih setia menganut Hindu Saiwa.[2] Mereka lebih dikenal sebagai Pandit Kashmir atau Brahmin Kashmir.[11]
Suku Kalash dari Chitral masih memeluk agama Hindu Kuno sementara sebagian kecil menganut Islam, meski populasi mereka mengalami penurunan.[12][13][14]
Orang Dardi di desa Da dan Hanoo di Ladakh banyak menganut agama Buddha, meskipun beberapa masih mengikuti tradisi kuno agama Weda.[3][15]
Status sosial
Pada tahun 2001, suku Brokpa dan Bakkerwal telah digolongkan sebagai Suku Terjadwal di bawah program reservasi tindakan afirmatif pemerintah India.[4]
12Snedden, Christopher (15 September 2015). Understanding Kashmir and Kashmiris (dalam bahasa English). Hurst. hlm.39. ISBN9781849046220. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
12The India magazine of her people and culture, Volume 14. A. H. Advani. 1993. Diakses tanggal 2 November 2021. Agama orang Dardik di Ladakh, terutama di Desa Da dan Hann, masih mempertahankan kepercahayaan pra-Hindu-Buddha yang disebut Bon-chos.
12"List of Scheduled Tribes". Census of India: Government of India. 7 Maret 2007. Diarsipkan dari asli tanggal 5 Juni 2010. Diakses tanggal 2 November 2021.