Secara tradisional, suku Bashkir hidup dengan bertani dan beternak lebah. Sebagian Bashkir juga menerapkan kehidupan semi-nomad yang menjelajah stepa dan pegunungan sambil menggembalakan ternak.
Hidangan utama suku Bashkir adalah bishbarmaq yang terbuat dari daging yang direbus yang disajikan dengan bawang dan qorot, sejenis keju. Dalam pesta, mereka hampir selalu menyajikan qaymaq, krim yang rasanya masam. Masakan Bashkir dikenal kaya nutrisi dan mudah untuk disajikan.
Agama
Suku Bashkir menganut Islam sejak abad ke-10 masehi,[7]. Penjelajah Arab Ibnu Fadlan menjumpai Muslim Bashkir pada tahun 921masehi.[8] Pada abad ke-18, Ratu Yekaterina yang Agung mendirikan sebuah pusat agama Islam di Ufa, Bashkortostan.