Ada banyak bahasa bantu yang ada, diperkirakan terdapat antara 440 sampai 680 bahasa yang berbeda.[1] Jumlah total penutur mencapai ratusan juta, berkisar sekitar 350 juta pada pertengahan 2010-an (kira-kira 30% dari populasi Afrika, atau sekitar 5% dari total populasi dunia).
Komunitas Bantu yang lebih besar memiliki populasi beberapa juta, misalnya Rwanda dan Burundi (25 juta), orang Baganda di Uganda (10 juta pada 2019), Shona di Zimbabwe (15 juta pada 2018 ), ZuluAfrika Selatan (12 juta per 2005 ), LubaRepublik Kongo (7 juta per 2010 ), SukumaTanzania (9 juta per 2016 ), KikuyuKenya ( 8,1 juta pada 2019 ), orang Xhosa di Afrika Selatan (8,1 juta pada 2011), atau Pedi Afrika Selatan (5,7 juta pada 2017).
Etimologi
Abantu adalah kata dalam Bahasa Zulu yang artinya 'orang'. Ini adalah bentuk jamak dari kata 'ubuntu', yang berarti 'orang'.[2]
Sementara dalam bahasa Latin, variasi kata "Abantea", "Abantum", dan "Abanteus" telah ditemukan dalam tulisan-tulisan kuno yang memiliki berbagai arti, salah satunya adalah "seorang Etiopia".[3]
↑"Guthrie (1967-71) names some 440 Bantu 'varieties', Grimes (2000) has 501 (minus a few 'extinct' or 'almost extinct', Bastin et al. (1999) have 542, Maho (this volume) has some 660, and Mann et al. (1987) have c. 680." Derek Nurse, 2006, "Bantu Languages", in the Encyclopedia of Language and Linguistics, p. 2. Ethnologue's
report for Southern Bantoid lists a total of 680 languages. The count includes 13 Mbam languages which are not always included under "Narrow Bantu".