Oom Pasikom (Didi Petet), sopir taksi yang sangat sayang akan mobil pribadi tuannya, juga pelit karena penghasilannya yang serba pas-pasan. Sebaliknya, istrinya (Lenny Marlina) terlibat pergaulan atas dan ikut menjadi konsumtif, karena usahanya menjadi makelar barang-barang perhiasan. Lewat kacamata Oom Pasikom ini, kisah-kisah "kecil" ibu kota disampaikan mulai dari arisan nyonya-nyonya, istri yang kesepian, operasi kebersihan kota yang "tak adil" buat pengusaha kecil, mahasiswi yang sedang menulis skripsi, dan lain hal.[1]