Old Trafford adalah lokasi test krikettertua kedua di Inggris setelah The Oval dan menjadi tuan rumah pertandingan Ashes pertama di Inggris pada tahun 1884. Tempat ini menjadi tuan rumah Piala Dunia Kriket sebanyak lima kali (1975, 1979, 1983, 1999, dan 2019). Old Trafford memegang rekor sebagai tempat yang paling banyak menggelar pertandingan Piala Dunia (17 kali) dan semifinal terbanyak (5 kali).[5][6] Pada tahun 1956, pencapaian mengambil 10 wicket dalam satu babak untuk pertama kalinya diraih oleh pelempar asal Inggris, Jim Laker, yang mencatat 19 wicket dengan hanya memberikan 90 run, yang menjadi sebuah rekor lemparan yang belum tertandingi dalam test cricket maupun kriket kelas satu. Pada tahun 1990, Sachin Tendulkar, yang saat itu berusia 17 tahun, mencetak 119 run tanpa kalah melawan Inggris, yang merupakan century internasional pertamanya dari total 100 century internasional sepanjang kariernya. Pada pertandingan Ashes Test 1993 di Old Trafford, pelempar leg-spinShane Warne berhasil menjatuhkan Mike Gatting melalui lemparan yang kemudian dikenal sebagai "Ball of the Century".
Setelah Old Trafford kehilangan status uji coba pada tahun 2009, dilakukan proyek pengembangan besar-besaran untuk meningkatkan kapasitas dan memodernisasi fasilitas stadion, termasuk restorasi paviliun serta pembangunan The Point, sebuah tribun senilai £12 juta yang menghadap ke lapangan.[7][8]
↑"Old Trafford". Cricinfo. Maret 2005. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 25 Desember 2018. Diakses tanggal 28 Juli 2013. Old Trafford has hosted Tests since 1884 and remains a special venue with a rich history. It guaranteed itself a place in cricket's eternal hall of fame when the permanently understated Jim Laker destroyed Australia, in 1956, on an old-fashioned 'sticky wicket', with match figures of 19 for 90.