Sejarah
Nusantara United FC (2022–2025)
Pada Kongres PSSI yang dilakukan pada 30 Mei 2022, Mataram Utama FC yang berkompetisi di Liga 2 berganti nama menjadi Nusantara United FC setelah diserahkan kepada kelompok investor.[10][1] Mataram Utama FC masih eksis dan akan fokus pada pembinaan sepak bola kelompok umur dan akademi sepak bola mereka.[1][11] Musim pertama Nusantara United FC dilakukan pada musim 2022–2023 di Liga 2.
Nusantara United akan berstatus sebagai klub dari Ibu Kota Nusantara (IKN) pertama di kancah kompetisi profesional sepak bola nasional setelah resmi mengakuisisi Mataram Utama dalam Kongres PSSI di Bandung pada Mei 2022. Kehadiran NUFC diharapkan menjadi momentum penting guna menambah geliat olahraga khususnya sepak bola di Ibu Kota Nusantara dan umumnya di Indonesia. Sebelum pindah ke Ibu Kota Nusantara, Nusantara United menetapkan Salatiga sebagai home base dan kamp latihan tim untuk persiapan tim jelang Liga 2 musim 2022–2023. Keberadaan NUFC di Salatiga diharapkan tidak hanya menginspirasi, tapi juga menstimulasi kebangkitan talenta-talenta muda sepak bola Tanah Air.[12]
Namun, Stadion Kridanggo di Salatiga tidak memenuhi persyaratan yang diperlukan untuk menggelar pertandingan Liga 2, sehingga Nusantara United bermarkas di Stadion Moch. Soebroto di Magelang terdekat untuk musim 2022–2023 dan di Stadion Kebo Giro di Boyolali terdekat untuk musim 2023–2024 sambil tetap mengadakan sesi latihan dan menjalankan aktivitas sehari-hari mereka di Salatiga.[13][14]
Nusantara Lampung FC (sejak 2025)
Menjelang musim 2025-2026, klub ini di akuisisi oleh Arie Nanda Djausal pengusaha asal Lampung dan berpindah markas ke Bandar Lampung, Lampung kemudian secara resmi berganti nama menjadi Nusantara Lampung Football Club.[15]
Lambang dan filosofi klub
Ornamen tapis dan cagak yang berbentuk elemen gajah simbol hewan khas Lampung dengan keseimbangan antara tradisional dan modernitas.
Filosofi gajah mencakup simbolisme kekuatan, kecerdasan, dan kebijaksanaan, yang juga melambangkan kesetiaan, kebanggaan, dan hati yang besar
Karakteristik fisik gajah juga ditafsirkan secara filosofis, seperti telinga besar yang melambangkan kemampuan mendengarkan yang baik, mulut kecil yang menyiratkan tidak serakah, dan badan besar yang merefleksikan hati yang besar.
Ornamen tapis menunjukkan nilai-nilai simbolis dan sakralnya, seperti kesucian dan perlindungan dari pengaruh luar. Serta motif tapis kapal yang melambangkan perjalanan hidup.
Cagak lampung yang membentang di sisi kiri dan kanan menandakan klub ini siap terbang tinggi di bumi Nusantara.
Dominasi warna hijau pada logo klub melambangkan kesuburan, kehidupan, rezeki melimpah, kehidupan, perdamaian, dan pembangunan.
Sementara harmonisasi warna emas dominan untuk melambangkan kesuksesan dan keistimewaan.