Tommengoeng Djaija (1849)[1] atau Toemenggoeng Djaja Nagara (1861)[2] atau Toemenggoeng Nicodemus Djaija Negara (ejaan 1868) atau Toemenggoeng Nicodemus Djaja Negara (ejaan 1871) atau Tomonggong Djaja Negara atau Tamanggung Ambo (ejaan Dayak Ngaju) atau Tamanggong Djaja Roenggoe adalah Kepala suku Dayak yang memimpin Pulau Petak Ulu (dan Pulau Telo), yang kemudian dilantik sebagai Distriktshoofd van Kwala-Kapoeas (Kepala Distrik Kuala Kapuas).[3][4] Dia diangkat oleh Belanda untuk memimpin benteng di Ujung Murung pada tahun 1860. Dia adalah tokoh Dayak Ngaju. Dia membangun rumah betang di Hampatung pada tahun 1863. Ia termasuk pihak yang membantu Belanda dalam memerangi Tumenggung Surapati dalam Perang Barito.[5][6][7][8][9][10][11][12]
Tanggal 31 Oktober 1842, Tumenggung dibaptis di Palingkau.[13][14]