Ia merupakan seorang mantan sopir bus, yang kemudian menjadi seorang pemimpin serikat buruh, sebelum terpilih menjadi anggota Majelis Nasional pada tahun 2000. Ia diangkat ke sejumlah posisi dalam Pemerintahan Venezuela di bawah masa kepemimpinan Chávez, di antaranya sebagai Menteri Luar Negeri pada tahun 2006 dan menjadi Wakil Presiden pada tahun 2012. Ia selama ini dideskripsikan sebagai "administrator dan politikus yang paling cakap pada lingkaran dalam Chávez".[2] Setelah kematian Chávez diumumkan pada tanggal 5 Maret 2013, Maduro diasumsikan sebagai pemegang kekuasaan dan tanggung jawab presiden selanjutnya. Sebuah pemilihan khusus diadakan pada 14 April 2013 untuk memilih presiden baru, dan Nicolás Maduro menang dengan perolehan 50,62% suara sebagai kandidat dari Partai Sosialis Bersatu Venezuela. Ia secara resmi dilantik pada 19 April 2013.[3]
Sejak terpilih menjadi presiden, Maduro lebih banyak melanjutkan berbagai kebijakan Chávez, dan hal tersebut malah menimbulkan penurunan status sosial ekonomi di Venezuela, di mana tindak kejahatan, inflasi, kemiskinan dan kelaparan meningkat pesat.[4][5][6][7] Kekurangan yang terjadi di Venezuela dan standar hidup yang menurun mengakibatkan timbulnya aksi protes yang dimulai pada 2014, aksi itu kemudian malah meningkat menjadi kerusuhan nasional hingga pada tahun 2016 ini.[8][9] Maduro dianggap seperti Chávez, yang menerapkan gaya kepemimpinan otoriter.[10]
Venezuela diyakini memiliki cadangan minyak dan gas yang sangat melimpah bahkan diyakini sebagai yang terbesar di dunia.[13]
Kontroversi
Sebuah video dari bulan September 2018 menunjukkan, Maduro sedang makan di restoran terkenal milik Salt Bae di Istanbul. Hal ini dikritik karena adanya kelangkaan bahan makanan dan krisis pangan di Venezuela.[14]
↑Corrales, Javier; Penfold, Michael (2014). Dragon in the tropics: hugo chavez and the political economy of revolution in venezuela (Edisi Second). [S.l.]: Brookings Institution Press. hlm.xii. ISBN0815725930.
1Juan Guaidó diakui oleh Majelis Nasional sebagai 'Presiden Sementara Venezuela, namun tak diakui sebagai penerus Maduro oleh presiden Maduro dan beberapa organisasi, termasuk ALBA, pada krisis Presidensial.
Penjabat kepala negara ditunjukkan dengan huruf italik. 1 Diakui oleh Majelis Nasional sebagai Presiden Sementara Venezuela tetapi tidak diakui oleh Presiden Maduro sebagai penggantinya selama krisis kepresidenan.