Nguntoronadi (bahasa Jawa:Hanacaraka: ꦔꦸꦤ꧀ꦠꦿꦤꦣꦶcode: jv is deprecated , translit.Nguntårånadi) adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Magetan. Dengan luas 16 km², Nguntoronadi memiliki wilayah terkecil kedua di Magetan setelah Karangrejo, dan sekaligus kecamatan dengan jumlah penduduk paling sedikit yaitu sekitar 21 ribu jiwa pada tahun 2024.[2] Nguntoronadi bersama dengan Sidorejo merupakan kecamatan termuda di Magetan yang dibentuk pada tahun 2006. Kecamatan ini merupakan pemekaran dari Kecamatan Takeran dan Kecamatan Kawedanan.[3] Nguntoronadi terletak di jalur penghubung Kebonsari di Madiun dengan Kawedanan (Goranggareng) di sebelah barat. Nguntoronadi dikenal dengan berbagai obyek wisata populernya seperti Candi Simbatan, Dam Jati, dan Sumber Clelek.[4][5]
Geografi
Peta lokasi Kecamatan Nguntoronadi
Nguntoronadi adalah kecamatan yang terletak di Kabupaten Magetan bagian timur. Nguntoronadi memiliki wilayah terkecil kedua di Magetan yaitu sekitar 16 km². Geografinya berupa dataran rendah yang didominasi areal persawahan. Perbatasan Nguntoronadi dengan Kabupaten Madiun di timur dipisahkan oleh Bengawan Madiun yang merupakan salah satu anak sungai dari Bengawan Solo. Di aliran sungai tersebut terdapat infrastruktur penting yaitu Dam Jati untuk kepentingan irigasi di tiga kabupaten sekaligus, yaitu Magetan, Madiun, dan Ngawi.[5]
Batas wilayah Kecamatan Nguntoronadi adalah sebagai berikut:[2]