Ngadirojo (bahasa Jawa:Ngadirajacode: jv is deprecated ) adalah sebuah desa di wilayah kecamatan Gladagsari. Desa ini terletak di sebelah timur lereng Gunung Merbabu dengan ketinggian 600-700 M di atas permukaan laut.
Desa Ngadirojo memiliki visi untuk mewujudkan desa yang maju, tertib, aman dan sejahtera lahir dan batin, yang berbasis pada sektor pertanian menuju Boyolali tersenyum.
Etimologi
Pada zaman dahulu, ketika lereng Gunung Merbabu masih diselimuti hutan lebat dan kabut tebal, hiduplah seorang pengembara sakti bernama Ki Adiroso. Ia dikenal sebagai orang bijak yang selalu mencari tempat terbaik untuk membangun kehidupan yang damai dan makmur.
Suatu hari, Ki Adiroso mendapatkan petunjuk melalui mimpinya. Dalam mimpi itu, ia melihat sebuah tempat di lereng gunung yang tanahnya subur, airnya jernih, dan udaranya sejuk. Namun tempat itu masih liar dan dijaga oleh kekuatan gaib.
Dengan tekad kuat, Ki Adiroso memulai perjalanannya menyusuri hutan Merbabu. Ia menghadapi banyak rintangan—hewan buas, jalan terjal, hingga gangguan makhluk halus. Namun ia tidak gentar, karena tujuannya adalah menemukan tempat untuk kehidupan yang lebih baik bagi manusia.
Akhirnya, ia tiba di sebuah tempat yang sangat indah. Di sana terdapat sumber air yang mengalir jernih dan sebuah goa besar yang kini dikenal sebagai Goa Lawa. Namun tempat itu terasa angker—dihuni oleh makhluk penjaga gaib.
Pada malam hari, Ki Adiroso melakukan semedi di dekat sumber air tersebut. Ia memohon izin kepada penjaga alam agar diperbolehkan tinggal dan membuka pemukiman. Dalam keheningan malam, muncullah sosok gaib yang menjadi penjaga wilayah itu.
Makhluk tersebut menguji niat Ki Adiroso. Dengan ketulusan dan niat baiknya untuk membawa kemakmuran, Ki Adiroso akhirnya mendapat restu. Penjaga gaib itu berpesan:
“Jika tempat ini kau kelola dengan niat baik, maka akan menjadi tanah yang ramai dan sejahtera.”
Sejak saat itu, Ki Adiroso mulai membuka lahan dan mengajak orang-orang untuk tinggal bersamanya. Perlahan, tempat itu berubah menjadi pemukiman yang subur dan makmur.
Untuk mengenang perjuangannya, tempat itu dinamai Ngadirojo:
Ngadi (Adi) → usaha/awal
Rejo → ramai dan makmur
Artinya: tempat yang diusahakan menjadi makmur dan sejahtera.
Sejak saat itu, Desa Ngadirojo dikenal sebagai desa yang membawa harapan dan kehidupan baru bagi banyak orang.
Sebagai sebuah desa yang terletak di lereng Gunung Merbabu, tentu hal ini menjadi keistimewaan sendiri. Keindahan alamnya menjadi daya tarik.
Udara yang sejuk dan hamparan lahan pertanian yang terlihat bagai permadani hijau, membuat masyarakat luar desa terkesima. Salah satu wisata alam yang patut menjadi destinasi liburan adalah Goa Lawa.