Nescafé adalah merek kopi yang dibuat oleh Nestlé. Kopi ini dijual dalam berbagai varian. Nama Nescafé merupakan lakuran dari kata "Nestlé" dan "café".[3] Nestlé pertama kali memperkenalkan merek kopi andalan mereka di Swiss pada 1 April 1938.[3] Di Indonesia, Nescafé diproduksi oleh PT. Nestlé Indonesia Jakarta.[4]
Sejarah
Gagasan menciptakan kopi instan
Cangkir Nescafé yang biasa digunakan untuk menyeduh kopi
Pada tahun 1929, Louis Dapples, Ketua Dewan Direksi Nestlé menerima permintaan khusus dari Brazil. Untuk mengatasi surplus kopi di negara tersebut, Nestlé mengusulkan agar menghasilkan produk kopi yang mudah dibuat & mengurangi limbah yang tidak perlu dari surplus panen kopi di Brasil. Awalnya, idenya adalah membuat tablet kopi berbentuk kubus, yang hanya perlu ditambahkan air panas. Namun, setelah banyak penelitian, rasa kopi tidak dapat dipertahankan, yang berarti format tablet tidak dapat digunakan. Dengan ide ini dikesampingkan, ahli kimia Max Morgenthaler kembali ke berpikir ulang.[5]
Morgenthaler menggagas ide untuk membuat bubuk daripada tablet. Dia menemukan bahwa rasa paling baik dipertahankan saat karbohidrat ditambahkan ke produk, menghasilkan hasil yang jauh lebih mirip dengan biji kopi. Setelah 7 tahun pengembangan yang cermat, kopi larut ini diluncurkan di Swiss dengan nama Nescafé. Produk baru ini langsung menjadi populer, dengan stok setahun yang terjual habis hanya dalam 2 bulan. Pada tahun 1940, Nescafé telah dijual di lebih dari 30 negara, di setiap benua.[5]
Selama Perang Dunia II
Dengan pecahnya Perang Dunia II, kopi instan Nescafe dimasukkan dalam ransum darurat setiap prajurit AS. Ketika perang berakhir pada tahun 1945, Nescafe ditambahkan ke paket bantuan CARE untuk penduduk di seluruh Eropa dan Jepang yang membutuhkan. Momen ini merupakan titik balik penting dalam sejarah Nescafe.[5]
Etimologi
Nescafe berasal dari dua suku kata, Nestle dan Cafe. Nestle merujuk pada nama induk perusahaan sedangkan cafe berasal dari bahasa Perancis yang berarti kopi meskipun namanya istilah tersebut kemudian berkembang menjadi ruang tempat berkumpul yang juga menyediakan kopi.[6]